Foto ilustrasi pesawat Airbus A350 milik Qantas Airlines. (Dok/Prestige Singapore)PRIORITAS, 6/7/26 (Jakarta): Maskapai penerbangan nasional Australia, Qantas, mengumumkan rencana pengoperasian layanan penerbangan nonstop pertama di dunia yang menghubungkan London dan Sydney mulai Oktober 2027. Rute tersebut merupakan bagian dari Project Sunrise, proyek ambisius yang telah dipersiapkan selama hampir sepuluh tahun. Kehadiran layanan ini memungkinkan penumpang melakukan perjalanan langsung antara Inggris dan Australia tanpa harus singgah atau transit di negara lain.
Dikutip dari Kompas.com yang mengacu pada VN Express, Minggu (5/7/26), Qantas memperkirakan penerbangan nonstop tersebut mampu memangkas durasi perjalanan hingga empat jam dibandingkan rute konvensional yang mengharuskan penumpang transit di kota lain.
Chief Executive Officer Qantas, Vanessa Hudson, menyebut Project Sunrise sebagai pencapaian bersejarah bagi maskapai yang telah beroperasi selama 105 tahun. Ia menegaskan, sejak pertama kali didirikan, Qantas memiliki komitmen untuk mengatasi tantangan jarak yang selama ini memisahkan Australia dengan berbagai negara di dunia.
Rute London-Sydney nantinya akan dilayani menggunakan Airbus A350-1000ULR, pesawat berbadan lebar yang dirancang khusus untuk penerbangan jarak ultra-jauh tanpa transit. Pesawat ini dibekali tangki bahan bakar tambahan berkapasitas 20.000 liter, sehingga mampu menempuh penerbangan komersial hingga 22 jam tanpa perlu melakukan pengisian bahan bakar.
Layanan penerbangan komersil nonstop
Meski memiliki kemampuan terbang hingga 22 jam, durasi penerbangan langsung dari London ke Sydney diperkirakan berlangsung sekitar 19 jam. Dengan waktu tempuh tersebut, rute ini akan menjadi salah satu layanan penerbangan komersial nonstop terpanjang di dunia.
Qantas dijadwalkan menerima 12 unit Airbus A350-1000ULR yang masing-masing memiliki kapasitas 238 penumpang dengan konfigurasi empat kelas kabin. Maskapai tersebut juga berencana mulai memasarkan tiket penerbangan untuk rute ini pada Februari 2027.
Vanessa Hudson mengatakan, selain mampu memangkas waktu tempuh hingga empat jam, pesawat ini dirancang untukmemberikan kenyamanan maksimal bagi penumpang selama penerbangan jarak ultra-jauh. Menurutnya, interior kabin dikembangkan berdasarkan riset ilmiah guna meminimalkan dampak jet lag, mulai dari pengaturan pencahayaan, atmosfer kabin, hingga pengalaman penumpang selama penerbangan.
Mengurangi efek jet lag
Desain interior pesawat dikembangkan berdasarkan penelitian ilmiah guna mengurangi efek jet lag, termasuk pengaturan pencahayaan, suasana kabin, hingga pengalaman selama penerbangan.
Project Sunrise sejatinya telah digagas Qantas sejak sekitar sembilan tahun lalu. Namun, realisasinya sempat beberapa kali tertunda, termasuk target peluncuran yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada paruh pertama 2027.
Setelah layanan penerbangan nonstop London-Sydney resmi beroperasi, Qantas berencana melanjutkan proyek tersebut dengan membuka rute langsung Sydney-New York. Maskapai menyatakan jadwal peluncuran rute baru itu akan diumumkan pada tahun depan.
Sebagai bagian dari persiapan operasional, para pilot Qantas telah mengikuti pelatihan menggunakan simulator Airbus A350, baik di fasilitas yang berada di Sydney maupun bersama British Airways di Inggris.
Secara keseluruhan, lebih dari 360 pilot dan 1.200 awak kabin akan dilatih sebelum seluruh armada Project Sunrise selesai diterima.
Menteri Perdagangan Australia, Don Farrell, menyambut baik peluncuran rute baru tersebut. Menurutnya, penerbangan langsung London-Sydney menjadi pencapaian penting bagi industri penerbangan sekaligus memperkuat hubungan antara Australia dan Inggris.
Ia juga menilai kehadiran rute nonstop ini akan mempermudah wisatawan internasional berkunjung ke Australia, sehingga dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata negara tersebut. (P-Zamir)