Puncak arus balik diprediksi akhir Maret, pergerakan kendaraan dan penumpang naik tajam

Johanes Christiaan
Rabu, 25 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 25/3/2026 (Jakarta): Arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai moda transportasi, baik darat, laut, kereta api, hingga udara. Lonjakan mobilitas terjadi seiring berakhirnya masa libur Idulfitri dan kembalinya masyarakat ke kota asal untuk beraktivitas.

Di jalur darat, peningkatan volume kendaraan terlihat jelas di ruas tol Trans Jawa. Data PT Jasa Marga mencatat hingga Selasa (24/3/2026) malam, sebanyak 85.453 kendaraan melintas keluar dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju arah Jakarta. Secara kumulatif, sekitar 1,7 juta kendaraan telah kembali ke wilayah Jabotabek sejak H-10 hingga H+2 Lebaran.

Pihak pengelola tol melakukan berbagai langkah antisipasi, seperti penambahan gardu transaksi serta penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way dan contraflow di sejumlah titik strategis. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026.

Selain tol, kepadatan juga terjadi di jalur arteri nasional. Dikutip beritaprioritas.com dari Kantor Berita ANTARA, Rabu (25/3/2026) disebutkan, di kawasan Pantura Cirebon, tercatat lebih dari 114 ribu kendaraan melintas menuju Jakarta hingga Selasa siang, didominasi oleh sepeda motor.

Di sektor transportasi laut, lonjakan penumpang terjadi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Pada H+2 Lebaran, jumlah penumpang yang menyeberang menuju Merak mencapai 91.657 orang, meningkat 58,6 persen dibandingkan tahun lalu. Peningkatan juga terjadi di lintasan Ketapang–Gilimanuk dengan lebih dari 38 ribu penumpang.

Untuk mengantisipasi kepadatan, operator pelayaran menerapkan sistem delay, skrining tiket, serta pengaturan pola layanan dermaga. Puncak arus balik di jalur penyeberangan diprediksi berlangsung hingga akhir Maret.

Sementara itu, moda transportasi kereta api juga mengalami peningkatan jumlah penumpang. PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat sebanyak 52.926 penumpang tiba pada H+3 Lebaran, lebih tinggi dibandingkan jumlah keberangkatan. Stasiun Pasar Senen dan Gambir menjadi titik utama kedatangan.

Di sektor udara, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat hampir dua juta penumpang selama periode angkutan Lebaran hingga H+3, dengan lebih dari 13 ribu pergerakan penerbangan. Puncak arus balik di bandara diperkirakan terjadi pada akhir Maret, dengan potensi mencapai 190 ribu penumpang per hari.

Meski terjadi lonjakan mobilitas, operasional transportasi secara umum masih berjalan lancar berkat koordinasi lintas instansi dan optimalisasi layanan.

Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menjaga kondisi fisik, serta mematuhi arahan petugas demi keselamatan dan kelancaran arus balik Lebaran. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025