Bangunan rumah warga Kyiv, Ukraina, terbakar setelah Rusia menyerang dengan hampir 500 drone dan 40 rudal. (ukrainenow)PRIORITAS, 28/12/25 (Washington): Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan serangan besar-besaran pesawat tak berawak dan peluru kendali (rudal) militer Rusia ke Kyiv hari Minggu, menunjukkan Vladimir Putin tidak menginginkan perdamaian.
Serangan itu terjadi menjelang pembicaraan penting Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden Ukraina di Florida.AS.
“Serangan tersebut menunjukkan sikap sebenarnya Presiden Rusia Putin terhadap perundingan perdamaian”, kata Zelenskyy kepada wartawan dalam perjalanan ke Amerika Serikat, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari The Independent, hari Minggu (28/12/25).
Sekitar sepertiga ibu kota Ukraina mengalami pemadaman listrik setelah militer Rusia meluncurkan hampir 500 drone, sebagian besar jenis Shahed dan 40 peluru kendali dalam serangan udara besar-besaran.
Angkatan udara Ukraina mengatakan drone Rusia menargetkan ibu kota Kyiv dan wilayah di Timur Laut dan Selatan.
Sebelum serangan semalam, Zelenskyy mengatakan pembicaraannya di Florida akan fokus pada wilayah yang akan dikuasai masing-masing pihak setelah pertempuran berhenti.
Zelenskyy mengatakan pertemuannya dengan Trump bertujuan untuk “memperbaiki berbagai hal” dan membahas kemungkinan kesepakatan tentang ekonomi Ukraina, tetapi kompromi mengenai wilayah harus diputuskan rakyat Ukraina melalui referendum.
Presiden Ukriana juga berupaya mendapatkan jaminan keamanan yang kuat, baik dari Amerika Serikat maupun Rusia, yang akan mencegah Presiden Putin melakukan invasi lagi, tetapi bentuk pasti jaminan tersebut masih belum jelas.

Warga Kyiv, Ukraina, terpaksa tidur di luar yang bersuhu dingin akibat rumah mereka hancur terkena serangan rudal Rusia.(@ukrainenow)
20 poin kesepakatan
Zelenskyy akan bertemu Trump untuk pembicaraan penting di resor milik Trump di Mar-a-Lago, dalam upaya untuk mencapai kesepakatan damai sebelum tahun baru.
“Mengenai isu-isu sensitif, kita akan membahas Donbas dan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia. Kita tentu akan membahas isu-isu lain juga,” katanya.
Para pemimpin Eropa mungkin akan berpartisipasi secara daring, saat Zelenskyy berupaya menyelesaikan kesepakatan 20 poin yang menurutnya sudah 90 persen rampug.
Zelenskyy menyatakan harapan rencana tersebut dapat disetujui Trump sebelum tahun baru.
Pihak Rusia mengatakan telah berbicara dengan AS tentang usulan Ukraina untuk kesepakatan perdamaian, setelah utusan Vladimir Putin, Kirill Dmitriev, membawa kembali salinan usulan tersebut dari Miami pekan lalu.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan rincian proposal tersebut telah dianalisis, dan kontak telah terjadi antara ajudan kebijakan luar negeri Putin, Yuri Ushakov, dan para pejabat AS.
Rusia telah memperjelas niatnya untuk menguasai seluruh Donbas, yang terdiri dari wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur.
Namun Presiden Zelenskyy, telah memperjelas Ukraina tidak akan menyerahkan wilayah yang saat ini dikuasainya (P-Jeffry W)