Dokumen foto: Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Donald Trump saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Sharm El-Sheikh di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Republik Arab Mesir, pada Oktober 2025 lalu. (BPMI Setpres)PRIORITAS, 17/2/2026 (Jakarta): Sebuah babak penting dalam peta diplomasi global kembali dibuka. Presiden Prabowo Subianto kembali terbang menuju Washington, D.C. Senin, 16 Februari 2026, membawa mandat besar bangsa untuk memperkuat posisi Indonesia di hadapan kekuatan dunia.
Pertemuan bilateral dengan Presiden Donald Trump dipandang sebagai momentum strategis yang dapat menentukan arah baru kerja sama kedua negara, sekaligus menegaskan peran Indonesia sebagai mitra penting Amerika Serikat di tengah pusaran persaingan geopolitik dan ekonomi internasional.
Informasi yang diperoleh dari Sekretariat Kabinet, Selasa (17/2/2026) menyebutkan, Presiden Prabowo dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat kepresidenan.
Dalam perjalanan ini, Presiden Prabowo didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pertemuan Prabowo–Trump dijadwalkan membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–AS, termasuk kerja sama strategis di bidang ekonomi, energi, dan pertahanan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi diplomasi aktif Indonesia untuk memperkuat posisi nasional di tengah dinamika geopolitik global. (P-bwl)