Tonton Youtube BP

Presiden AS ancam serang Nigeria karena biarkan pembunuhan warga Kristen

Jeffry Wuisan
2 Nov 2025 23:48
5 minutes reading

PRIORITAS, 2/11/25 (Washington): Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J Trump mengancam melakukan serangan atau operasi militer di Nigeria, karena pemerintah negara tersebut membiarkan pembunuhan terhadap warga Kristen.

“Saya telah menginstruksikan Departemen Pertahanan (Pentagon) untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan tindakan di Nigeria, karena pemerintah negara tersebut terus membiarkan pembunuhan terhadap umat Kristen”, kata Trump seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Minggu (2/11/25).

Trump mengisyaratkan akan melakukan penerapan Undang-Undang Pemberontakan, untuk mengerahkan pasukan ke Nigeria.

“Jika Pemerintah Nigeria terus membiarkan pembunuhan umat Kristen, AS akan segera menghentikan semua bantuan dan asistensi ke Nigeria,  dan mungkin akan masuk ke negara yang kini ternoda itu, ‘dengan senjata api’, untuk sepenuhnya membasmi Teroris Islam yang melakukan kekejaman mengerikan ini”, tegasnya.

Menurut warga yang lolos pembunuhan dan para saksi, para pelaku sebagian besar adalah kelompok Jihadis Fulani dan tentara bayaran lainnya, yang diduga kuat mendapat dukungan pemerintah Nigeria.

Dalam pengumumannya di Truth Social, Presiden Trump mengaku instruksi ke Departemen Pertahanan AS untuk persiapan tindakan militer ke Nigeria sudah diberikan.

“Jika kami menyerang, serangan itu akan cepat, kejam dan manis,  seperti para preman teroris menyerang umat Kristen kami”, ujarnya.

Ia memberi peringatan agar pemerintah Nigeria harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh ancamannya. “Peringatan: pemerintah nigeria sebaiknya bergerak cepat!”, tambahnya,.

Keluarga memakamkan secara massal puluhan warga Kristen yang tewas dibantai jihadis di sebuah desa di Nigeria.(@marionafwal)

 

Perhatian khusus

Sebelumnya, Trump juga menyatakan Kekristenan menghadapi ancaman eksistensial di Nigeria.

Ribuan orang Kristen dibunuh. Kaum Islam radikal bertanggung jawab atas pembantaian massal ini.

“Dengan ini saya menjadikan Nigeria sebagai “negara yang membutuhkan perhatian khusus”

Pemerintah AS menggunakan sebutan ini untuk negara-negara yang ditetapkan telah melakukan pelanggaran kebebasan beragama yang sangat berat.

Ia meminta Anggota Kongres, Riley Moore, bersama Ketua Tom Cole dan Komite Alokasi Anggaran DPR, untuk segera menyelidiki masalah ini, dan melaporkannya kembali kepadanya.

“Amerika Serikat tidak dapat berdiam diri sementara kekejaman seperti itu terjadi di Nigeria, dan banyak negara lainnya. Kami siap, bersedia, dan mampu menyelamatkan populasi Kristen kami yang besar di seluruh dunia!”, kata Trump.

Membantah

Kementerian Luar Negeri Nigeria,  membantah pernyataan Trump yang menuduh pemerintah Nigeria sengaja membiarkan pembantaian terhadap umat Kristen.

“Nigeria adalah negara yang takut akan Tuhan, di mana kami menghormati keyakinan, toleransi, keberagaman, dan inklusivitas, sesuai dengan tatanan internasional yang berbasis aturan,” bunyi pernyataan tersebut.

Presiden Nigeria, Bola Ahmed Tinubu, juga menanggapi ancaman Trump terhadap negaranya pada Sabtu pagi.

“Kebebasan beragama dan toleransi telah menjadi prinsip inti identitas kolektif kita dan akan selalu demikian,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Tentara jihadis Fulani yang melakukan pembantaian terhadap warga sipil Kristen di Nigeria diduga mendapat dukungan dari pemerintah negara tersebut.(@jihadistwatch)

Tinubu mengatakan Nigeria menentang persekusi agama dan tidak mendukungnya. “Nigeria adalah negara dengan jaminan konstitusional untuk melindungi warga negara dari semua agama”, ujarnya.

Ancaman Trump terhadap kekejaman di Nigeria juga menarik perhatian rapper Nicki Minaj, yang memuji keputusan tersebut di X, seperti dilaporkan media The Independent.

“Terima kasih kepada Presiden dan timnya karena telah menanggapi hal ini dengan serius,” tulis Minaj.

“Tuhan memberkati setiap orang Kristen yang teraniaya. Mari kita ingat untuk mendoakan mereka”, lanjutnya.

Ratusan ribu dibunuh

Media Al Jazeera yang berpusat di Qatar mengutip Senator Amerika Serikat, Ted Cruz,  menuduh pemerintah Nigeria sengaja membiarkan terjadinya “pembantaian” terhadap umat Kristen.

Dalam postingan X pada hari Selasa, Cruz mengatakan 50.000 orang Kristen telah dibunuh sejak tahun 2009 dengan 2.000 sekolah dan 18.000 gereja dihancurkan oleh apa yang disebutnya kelompok bersenjata “Islamis”.

Sementara Catholic Register menyatakan laporan terbaru Intersociety mengungkapkan sedikitnya 185.000 orang, termasuk 125.000 orang Kristen dan 60.000 orang Muslim moderat telah terbunuh di Nigeria sejak 2009.

Hal itu terjadi ketika kelompok teroris Boko Haram memulai kampanye pembunuhan, yang bertujuan untuk mendirikan kekhalifahan di seluruh Sahel.

Puluhan peti berisi jenazah warga Krisen korban pembantaian di Nigeria diangkut ke tempat pemakaman untuk dikuburkan pada tahun 2021 lalu (genocidewatch)

Dalam laporan itu disebutkan rata-rata 32 orang Kristen dibunuh di Nigeria setiap hari.

Laporan yang diterbitkan pada bulan Agustus menunjukkan sebanyak 7.000 orang Kristen dibantai di seluruh Nigeria dalam 220 hari pertama tahun 2025.

Sedangkan Genocide Watch mengatakan, menurut indeks World Watch Open Doors 2022 sangat masif pembunuhan terhadap umat Kristen di Nigeria.

Indeks itu memaparkan 4.650 umat Kristen dibunuh di Nigeria antara November 2020 dan Oktober 2021, lebih tinggi dari 3.530 kematian yang tercatat pada tahun sebelumnya (Oktober 2019-November 2020).

Disebutkan sebanyak 2.500 umat Kristen juga diculik antara November 2020 dan Oktober 2021 dibandingkan dengan 900 yang diculik pada tahun sebelumnya.

Selama lima belas bulan dari Januari 2021 hingga Maret 2022 saja, tercatat total 6.006 umat Kristen dibunuh di Nigeria.

Genocide Watch juga mengungkapkan  dari Juli 2009 (tahun Pemberontakan Boko Haram) hingga Maret 2022, jumlah korban tewas di pihak Kristen meningkat menjadi 45.644.

Kelompok Jihadis radikal Nigeria juga membantai sekitar 30.000 Muslim moderat selama periode tersebut.

Laporan menyebutkan tren terkait pembunuhan Muslim moderat di Nigeria itu, terutama dalam lima tahun terakhir, berpusat pada ‘persaingan Muslim Fulani dan Muslim Hausa di Negara Bagian Utara , yang didominasi Muslim di Zamfara, Sokoto, Katsina, Kebbi, dan Kaduna Utara dan Tengah.(P-Jeffry W)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x