
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan). (BPMI Setpres)PRIORITAS, 14/4/26 (Jakarta): Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia dilakukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempererat kemitraan strategis dengan negara tersebut. Langkah ini diambil di tengah dinamika geopolitik global dan kebutuhan Indonesia mencari sumber energi lebih andal.

Prabowo tiba di Moskow pada Senin (13/4/26) dini hari didampingi sejumlah menteri, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Agenda utama kunjungan adalah pertemuan dengan Vladimir Putin untuk membahas isu energi dan kondisi geopolitik dunia.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian diplomasi luar negeri yang konsisten dilakukan Prabowo sejak sebelum menjabat presiden. Sejak 2024, ia telah beberapa kali bertemu Putin di Rusia, termasuk di Moskow dan Saint Petersburg.
Langkah tersebut mencerminkan upaya aktif Indonesia membangun hubungan saling menguntungkan dengan negara mitra. Pemerintah menilai Rusia sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi global.

Prabowo menilai situasi global yang penuh ketidakpastian membutuhkan komunikasi intensif antarnegara.
“Kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan,” ucap Prabowo.
Teknologi nuklir
Dalam pertemuan sebelumnya, kedua negara telah membahas kerja sama energi baru dan terbarukan, termasuk peluang pengembangan teknologi nuklir untuk tujuan damai. Kerja sama ini dinilai dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua pihak.
Presiden Putin bahkan menyatakan kesiapan Rusia mendukung Indonesia dalam pengembangan energi nuklir sipil. Ia menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kemitraan strategis di berbagai sektor.
Secara keseluruhan, kunjungan ini menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang aktif menjalin kerja sama global, khususnya dalam menghadapi tantangan energi dan ketidakpastian geopolitik dunia. (P-Zamir)

