Presiden Prabowo Subianto (keenam kanan) bersama Duta Inggris untuk Pendidikan Internasional Sir Steve Smith (ketujuh kanan), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kelima kanan), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kempat kanan), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (ketiga kanan), Seskab Teddy Indra Wijaya (kedua kanan), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kanan) menggelar pertemuan dengan Russell Group di Lancaster House di London, Inggris, Selasa (20/1/2026). Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Russell Group, yaitu kelompok 24 universitas papan atas di Inggris untuk menjajaki kerjasama bidang pendidikan. (‘Courtessy’ ANTARA)PRIORITAS, 21/1/26 (London): Gebrakan membangun pembangunan pendidikan kembali dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto. Yakni, dalam pertemuan dengan 30 profesor yang merupakan pimpinan dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, Prabowo menjajaki penguatan kerja sama pendidikan dengan membangun kampus kedokteran dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di Tanah Air.
Presiden Prabowo menyampaikan itu dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable yang digelar di London, Selasa (20/1/26) waktu setempat, sebagaimana disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, melalui akun Instagram resminya @sekretariat.kabinet yang dikutip Antara.
“Presiden Prabowo Subianto menegaskan, komitmen pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia dalam UK-Indonesia Education Roundtable di London,” ungkap Seskab Teddy saat dikonfirmasi Antara melalui pesan yang diterima di Jakarta, Rabu (21/1/26).
Profesor perguruan tinggi papan atas
Dalam pertemuan yang berlangsung selama sekitar dua jam itu dihadiri 30 profesor perguruan tinggi papan atas di Inggris.
Antara lain mewakili King’s College London, Imperial College London, University of Oxford, University of Cambridge, University of Edinburgh, London School of Economics, Queen Mary University, serta universitas unggulan lainnya.
Presiden di hadapan para akademisi tersebut, menyampaikan keinginan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan universitas-universitas Inggris, baik melalui pengembangan kampus di Indonesia maupun kolaborasi langsung di Inggris.
Rencanakan 10 universitas baru
Ditekankannya, pengiriman mahasiswa Indonesia ke luar negeri serta pembangunan dan penguatan institusi pendidikan tinggi di dalam negeri menjadi prioritas, khususnya pada bidang kedokteran dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics.
“Pengiriman mahasiswa ke luar negeri serta pembangunan universitas tersebut di Indonesia terutama dalam bidang kedokteran dan STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics), menjadi fokus utama Presiden Prabowo,” ujar Seskab Teddy.
Selanjutnya dikatakan, Presiden Prabowo merencanakan pembangunan 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi sebagai bagian dari strategi pemerintah memenuhi kebutuhan dokter dan tenaga medis nasional.
Kemudian Kepala Negara mengatakan, kondisi Indonesia masih kekurangan tenaga medis, dengan produksi sekitar 9.000 dokter per tahun, sementara kebutuhan terus meningkat seiring banyaknya dokter yang akan memasuki masa pensiun.
Demi merealisasikan rencana tersebut, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di Inggris yang telah menjalin kemitraan dengan sejumlah universitas di Indonesia.
Disebutkan, kerja sama ini dinilai penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dan layanan kesehatan, sekaligus mendukung target agar universitas-universitas baru tersebut dapat mulai menerima mahasiswa pada 2028 dengan standar kualitas dan lingkungan kampus yang aman serta menarik bagi tenaga pengajar internasional. (P-*r/jr)