Prabowo di Rakornas kepala daerah 2026: Bicara HAM tapi tutup mata pada pembantaian sipil

Johanes Christiaan
Senin, 2 Februari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 2/2/2026 (Jakarta): Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap kemunafikan global. Di hadapan para kepala daerah se-Indonesia, Prabowo menyoroti negara-negara besar yang kerap menggurui dunia soal demokrasi dan hak asasi manusia (HAM), namun justru memilih diam ketika puluhan ribu warga sipil menjadi korban konflik internasional.

Pernyataan tegas itu disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). “Kalau memang menjunjung hak asasi manusia, di mana suara mereka?” tegas Prabowo di hadapan para kepala daerah.

Presiden menilai banyak negara besar selama ini berbicara lantang mengenai demokrasi, HAM, dan supremasi hukum, namun dalam praktiknya melakukan atau membiarkan pelanggaran terhadap nilai-nilai tersebut. Ia mencontohkan konflik internasional yang menelan puluhan ribu korban sipil, termasuk perempuan, lansia, dan anak-anak, tetapi tidak mendapat kecaman yang sepadan.

Prabowo juga mengingatkan para pemimpin daerah agar tidak buta sejarah dan tidak mudah terpengaruh standar ganda politik global. Menurutnya, bangsa yang melupakan sejarah akan mengulang kesalahan yang sama.

“Kita harus waspada. Jangan mudah terpengaruh oleh pihak luar. Pemimpin harus paham sejarah dan memperjuangkan kepentingan bangsa dengan tegas serta bermartabat,” ujarnya dilansir Beritasatu.com, Senin.

Di akhir sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa perjuangan bangsa Indonesia tidak boleh lengah. Para pemimpin, baik pusat maupun daerah, harus menjaga konsistensi perjuangan demi masa depan Indonesia yang lebih kuat dan bermartabat. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025