Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (kanan) menunjukkan kepada Dubes AS, Mike Huckabee, daftar nama pejabat tinggi Iran yang menjadi target untuk dieliminasi.(ho iran int’l)PRIORITAS, 18/3/26 (Tel Aviv): Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengakui mempunyai daftar nama para pejabat tinggi rezim Iran yang harus dieleminasi.
“Ini kartu berlubang. Hari ini, saya menghapus dua nama di kartu berlubang, dan Anda lihat berapa banyak lagi yang harus dihapus di kumpulan ini,” kata Netanyahu seraya menunjukkan kartu berisi daftar nama (punch card) kepada Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee.
Dalam video yang dirilis media Iran International seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Rabu (18/3/26), Netanyahu terlihat berjalan bersama Dubes Mike Huckabee, kemudian ia mengeluarkan sebuah daftar dari sakunya dan mengatakan daftar itu menunjukkan pejabat Iran yang menjadi sasaran Israel.
Huckabee sempat terpana melihat daftar nama-nama yang ditunjukkan Netanyahu tersebut yang sudah ditandai sebagai target untuk dieliminasi (dibunuh).
Netanyahu mengatakan dua orang baru telah disingkirkan hari itu, sementara yang lain masih tersisa.
Dua orang yang disebut Netanyahu itu merujuk pada sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani dan pemimpin pasukan Basij, Gholamreza Soleimani.
Mereka tewas dalam serangan pengeboman Israel di Teheran, Selasa 17 Maret 2026.
Melihat daftar nama itu, Duta Besar AS Mike Huckabee kemudian berkelakar “Yang penting nama saya tidak ada dalam daftar itu”. Netayahu pun tertawa.
Lebih 30 telah tewas
Menurut data dari berbagai media, militer Israel setidaknya telah menghabisi lebih dari 30 pejabat tinggi maupun orang penting lain Iran sejak tahun 2025 lalu.
Angkatan Bersejata Israel (IDF) mengklaim sebanyak 40 komandan senior Iran tewas “dalam satu menit” saat gelombang pembukaan serangan besar terhadap Iran 28 Februari 2026.
Estimasi lebih luas selama perang 2026 ini total sudah sekitar 40 pejabat Iran dan hampir 30 komandan senior IRGC terbunuh.
Reuters menyebutkan pada serangan 2025 setidaknya 6–8 jenderal top Iran plus ilmuwan nuklir dan politisinya tewas dihabisi Israel.
Dalam operasi rahasia yang melibatkan agen rahasia Mossad Israel diyakini bertanggung jawab atas pembunuhan setidaknya 5–6 ilmuwan nuklir Iran antara 2010 dan 2020.
Yang paling terkenal adalah pembunuhan kepala program nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh, yang sering disebut “bapaknya” nuklir Iran.
Ia dibunuh pada November 2020 dengan senapan mesin kendali jarak jauh dalam operasi Mossad yang canggih di sebuah jalan di Iran.
Intelijen Israel juga membantu AS menghabisi tokoh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) seperti Qasem Soleimani (komandan tertinggi Pasukan Quds IRGC).
Ia dibunuh dalam serangan drone AS di dekat bandara Irak pada 2020.
Ali Khamenei
Dalam konflik terbuka tahun 2025–2026, selama serangan udara Israel terhadap Iran terutama “Operasi Rising Lion” pada Juni 2025, Israel secara langsung menargetkan dan membunuh banyak pemimpin militer, intelijen, serta politik senior Iran.
Serangan presisi 28 Februari 2026 Israel mengebom bunker tempat pertemuan rahasia pejabat tinggi di Teheran, menewaskan Pemimpin Tertinggi rezim Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Khamenei tewas bersama empat jenderal Iran seperti penasihat senior Pemimpin Tertinggi dan mantan kepala Angkatan Laut IRGC, Ali Shamkhani. Sebelumnya Shamkhani selamat dari upaya pembunuhan sebelumnya pada 2025.
Kemudian komandan IRGC, tokoh kunci operasi rudal/drone dan dukungan proksi, Mohammad Pakpour.
Dalam serangan itu, Israel juga menewaskan Menteri Pertahanan, Amir Nasirzadeh dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata, Abdolrahim Mousavi.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata, salah satu perwira militer tertinggi Iran, Mohammad Bagheri, juga tewas dalam serangan Israel, termasuk mantan Komandan Tertinggi IRGC, Hossein Salami.
Tokoh senior Iran lain yang juga dihabisi Israel termasuk pejabat intelijen Saleh Asadi, dan kepala biro militer Mohammad Shirazi.
Yang terbaru (17 Maret 2026), Israel mengebom apartemen tempat sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani berkunjung. Ia tewas besama putranya.
Kemudian Israel juga menghabisi pemimpin pasukan Basij, Gholamreza Soleimani yang bersembunyi di sebuah tenda yang menjadi pos Basij di Teheran.
Banyak kematian dikonfirmasi media negara Iran, pernyataan Israel, atau laporan pihak ketiga misalnya media Al Jazeera, New York Times, dan Jerusalem Post.
Serangan Israel sering mengenai fasilitas bawah tanah, pertemuan Dewan Pertahanan, atau kumpulan kepemimpinan, sehingga sangat mengganggu struktur komando Iran, program nuklir, dan kemampuan rudal. (P-Jeffry W)