
Dekan Fisip Unsrat Manado Dr. Daud Ferry Liando, M.Si, bersama tim pemantauan Pilhut Minahasa dikordinir oleh Ketua Prodi S2 Ilmu Pemerintahan Dr. Welly Waworundeng, M.Si dan Ketua Prodi S1 Ilmu Pemerintahan Dr. Fanly Pangemanan, M.Si (Cahayamanado.com/Istimewa) PRIORITAS, 16/6/26 (Minahasa, Sulut): Pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Minahasa Sulawesi Utara tahun 2026 mendapat perhatian khusus dari kalangan akademisi. Sebanyak 180 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado diterjunkan untuk memantau langsung jalannya pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
Melansir cahayamanado.com, para mahasiswa ditempatkan di 29 desa yang menggelar pemilihan hukum tua guna mengamati proses pemungutan dan penghitungan suara secara langsung. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan perspektif akademis sekaligus mendukung pelaksanaan Pilhut yang transparan dan demokratis.

Kegiatan pemantauan ini merupakan bentuk kerja sama antara FISIP Unsrat dan Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam upaya memperkuat kualitas demokrasi di tingkat desa.
Dekan FISIP Unsrat menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa bukan untuk mencampuri proses pemilihan, melainkan menjalankan fungsi observasi akademik terhadap pelaksanaan demokrasi lokal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan yang berharga terkait tata kelola pemerintahan desa dan proses politik di masyarakat.
Bagi para mahasiswa, keterlibatan dalam pemantauan Pilhut Minahasa menjadi kesempatan untuk mengaplikasikan teori yang selama ini dipelajari di ruang kuliah.
Mereka melakukan pengamatan terhadap berbagai tahapan pemilihan, mulai dari proses pembukaan tempat pemungutan suara (TPS), pelaksanaan pencoblosan, hingga penghitungan suara. Hasil observasi nantinya akan menjadi bahan kajian akademik mengenai praktik demokrasi di tingkat akar rumput.
Pemilihan hukum tua memiliki peran strategis karena menentukan pemimpin yang akan mengelola pemerintahan desa selama beberapa tahun ke depan.
Karena itu, pelaksanaan Pilhut Minahasa tidak hanya menjadi perhatian masyarakat desa, tetapi juga kalangan akademisi yang melihatnya sebagai laboratorium politik yang nyata. Dinamika pemilihan di tingkat desa sering kali mencerminkan kondisi sosial, budaya, dan politik masyarakat setempat.

Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap seluruh tahapan pemilihan hukum tua dapat berlangsung aman, tertib, dan demokratis.
Kehadiran mahasiswa sebagai pemantau independen diharapkan turut mendorong transparansi penyelenggaraan pemilihan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil yang nantinya ditetapkan.
Selain mengawal proses demokrasi desa, program ini juga bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan politik dan pemerintahan.
Melalui keterlibatan langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan memahami bahwa demokrasi tidak hanya dipelajari melalui buku dan teori, tetapi juga melalui pengalaman nyata dalam mengamati proses pengambilan keputusan politik di tengah masyarakat. (P-sm)

