Philipsen akhiri penantian etape 17, pembalap Belgia pertama pimpin ‘Tour de France’ sejak 1981

Wolter Rumapar
Kamis, 23 Juli 2026
OLAHRAGA 0 217
3 menit membaca

Pembalap Belgia dari tim Alpecin – Premier Tech, Jasper Philipsen, mengayuh sepeda menuju garis finis untuk memenangi etape ke-17 edisi ke-113 balap sepeda Tour de France, sejauh 174,7 km antara Chambéry dan Voiron di Pegunungan Alpen Prancis, Rabu (22/7/2026). (ANTARA/AFP/Anne-Christine Poujoulat)


PRIORITAS, 23/7/26 (Prancis): Jasper Philipsen dari tim lpecin-Premier Tech mengakhiri penantian untuk meraih kemenangan etape pertamanya pada Tour de France 2026.

Pebalap Belgia itu tampil yang tercepat pada etape ke-17 dari Chambéry menuju Voiron sejauh 174,7 kilometer, Rabu (22/7/26) waktu setempat.

Kemenangan itu juga menjadi kemenangan etape ketiga secara beruntun bagi pembalap Belgia setelah dua etape sebelumnya dimenangi Remco Evenepoel. Catatan tersebut menjadi yang pertama bagi pembalap Belgia sejak Tour de France 1981.


Pogacar masih memimpim

Sementara itu, Tadej Pogacar berhasil mempertahankan posisinya di puncak klasemen umum dan terus memakai jersey kuning.

Meski balapan sempat diwarnai sejumlah serangan sejak awal hingga rombongan besar sempat terpecah di beberapa titik, pembalap UAE Emirates XRG itu tetap berada di kelompok para kandidat juara dan tidak kehilangan waktu dari para pesaing utamanya dalam perebutan gelar.

Pogacar tetap mengawal pergerakan para rivalnya di klasemen umum, termasuk Remco Evenepoel, Paul Seixas, Juan Ayuso, dan Mattias Skjelmose.

Pada etape ke-17 ini, Philipsen memenangi sprint finis dengan mengungguli Mauro Schmid (Jayco AlUla) dan Olav Kooij (Decathlon CMA CGM).

Kemenangan tersebut merupakan kemenangan etape ke-11 sepanjang kariernya di Tour de France.

“Ini adalah kemenangan yang sangat manis setelah melalui begitu banyak naik turun emosi di Tour de France. Saya harus menunggu hingga etape ke-17. Tim terus percaya kepada saya dan kemenangan ini saya persembahkan untuk seluruh rekan setim serta staf,” kata Philipsen, dikutip dari laman resmi Tour de France.

Etape yang menyajikan lintasan bergelombang dengan total elevasi sekitar 2.200 meter itu berlangsung agresif sejak awal.

Sejumlah pembalap silih berganti melancarkan memimpin, termasuk Mathieu van der Poel yang aktif membantu membentuk kelompok terdepan, sementara pemegang jersey kuning Tadej Pogacar (UAE Emirates XRG) memilih mengawasi pergerakan para rivalnya.

Memasuki 57 kilometer terakhir, Mads Pedersen menunjukkan kekuatannya dengan memecah rombongan terdepan dan hanya diikuti lima pembalap lainnya.

Pembalap Denmark itu juga menjadi yang tercepat pada sprint antara untuk mempertahankan keunggulannya dalam klasemen poin.

Selepas sprint antara, Jasper Stuyven (Soudal Quick-Step) melakukan memimpin solo dan sempat membuka keunggulan hingga 45 detik. Namun, kelompok pengejar yang berisi 38 pembalap berhasil menutup jarak kurang dari empat kilometer menjelang finis.

Philipsen memanfaatkan momentum

Kemudian, Alpecin-Premier Tech mengendalikan jalannya balapan pada kilometer-kilometer terakhir. Van der Poel memberikan lead-out sempurna kepada Philipsen yang mampu memanfaatkan momentum untuk melesat menjadi yang tercepat di garis finis.

Philipsen mengaku sempat kehilangan kepercayaan diri setelah gagal tampil sesuai harapan pada etape-etape awal meski telah menjalani persiapan maksimal menjelang Tour de France.

“Saya sempat meragukan diri sendiri. Awal balapan sangat sulit secara mental, tetapi tim terus mendukung saya. Etape-etape berikutnya akan sangat berat, namun saya akan terus berjuang hingga Paris,” ujar Philipsen seperti dikutip Antara. (P-*/wr).

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan