Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberi pernyataan tentang militer Israel berhasil mengeliminasi pemimpin tertinggi kedua di Iran, Ali Larijani.(gpo israel)PRIORITAS, 17/3/26 (Tel Aviv): Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, hari Selasa (17/3/26) memberi pernyataan publik yang menegaskan militer Israel berhasil mengeliminasi (menewaskan) orang penting kedua di Iran, Ali Larijani.”
Dalam pidato berbahasa Ibrani seperti dikutip Beritaprioritas.com, Netanyahu menyebut selain Larijani, serangan Israel di Teheran juga menewaskan komandan militer Basij, pembunuh para penduduk Iran yang melakukan aksi protes terhadap pemerintah rezim tersebut.
“Pagi ini, kami telah mengeliminasi (melenyapkan) Ali Larijani. Ali Larijani adalah bos Garda Revolusi, kelompok gangster yang secara efektif mengendalikan Iran. Bersama dengannya, kami juga melenyapkan komandan Basij – mereka adalah asisten gangster yang meneror penduduk di jalan-jalan Teheran dan kota-kota Iran lainnya”, kata Netanyahu.
Menurut PM Israel, militernya beroperasi di Iran dari udara dengan jet Angkatan Udara dan pesawat nirawak (UAV).
Israel, ujar Netanyahu, sengaja melemahkan rezim Iran dengan harapan memberi rakyat Iran kesempatan untuk menggulingkannya.
“Itu tidak akan terjadi sekaligus, dan tidak akan terjadi dengan mudah. Tetapi jika kita gigih, kita akan memberi mereka kesempatan untuk mengambil nasib mereka sendiri”, jelas Netanyahu.
Dengan pertolongan Tuhan
Pada saat yang sama, Netanyahu mengatakan pada 7 Oktober 2023 lalu, ketika militan Hamas dari Jalur Gaza melakukan serangan brutal ke pinggiran Israel selatan, negara itu telah mencapai titik di ambang jurang.
PM Netanyahu mengakui hanya dengan pertolongan Tuhan, Israel bisa bangkit lagi dan sekarang menjadi kekuatan yang tangguh. Israel sedang mencapai tonggak sejarah.
“Dengan pertolongan Tuhan, kita telah mencapai titik di mana, setelah 7 Oktober, ketika kita berada di ambang jurang, kita sekarang menjadi kekuatan yang tangguh”, ungkapnya.
Kini, Israel sudah berhasil pencapaian besar dalam menghadapi semua ancaman yang datang.
“Negara mana lagi yang memiliki kemampuan seperti Israel ini? Siapa lagi yang memiliki kekuatan seperti kita?”, tanya Netanyahu.
Israel membantu Amerika Serikat dalam perang di kawasan Teluk. Netanyahu mengungkapkan, ia telah berbicara panjang lebar dengan Presiden AS, Donald Trump tentang masalah ini kemarin.
“Ada kerja sama antara angkatan udara dan angkatan laut Israel, antara saya dan Presiden Trump dan pasukannya. Kami akan membantu baik melalui serangan tidak langsung, yang menciptakan tekanan besar pada rezim Iran, maupun melalui tindakan langsung”, jelas Netanyahu.
PM Israel itu juga mengemukakan masih banyak kejutan lainnya yang akan dilakukan Israel di Iran.
Ia mengakui Israel mempunyai banyak strategi dalam berperang.
“Kami tidak akan mengungkapkan semua strategi di sini, tetapi seperti yang telah saya katakan, ada banyak”, ujarnya.

Deretan pemimpin tertinggi Iran yang sudah tewas dihabisi Israel. Yang tersisa hanyalah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. (bbc)
Tepat sasaran
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan angkatan udaranya telah melakukan serangan tepat sasaran di dekat Teheran, yang menewaskan Ali Larijani.
IDF menggambarkan Larijani sebagai salah satu tokoh paling veteran dan senior dalam rezim Iran.
Ali Larijani, memegang jabatan sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan pemimpin efektif rezim tersebut.
“Setelah Khamenei dilenyapkan, Larijani memperkuat statusnya sebagai pemimpin de facto rezim Iran dan memimpin upaya pertempuran melawan Negara Israel dan negara-negara di seluruh kawasan,” demikian pernyataan IDF.
Selama bertahun-tahun, Larijani dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengalaman dan senior dalam kepemimpinan rezim Iran, dan merupakan rekan dekat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Selama gelombang protes terbaru terhadap rezim Iran, Larijani secara pribadi mengawasi pembantaian yang dilakukan terhadap para demonstran Iran.
Laporan media Iran International berdasarkan data dari sumber-sumber di Iran, sebayak 36.500 warga dibantai selama aksi unjukrasa 8-9 Januari 2026 lalu.
IDF juga mengakui berhasil membunuh Komandan Basij, Gholamreza Soleimani dalam serangan Israel di Teheran.
Selama enam tahun, Soleimani memimpin penindasan rezim terhadap warga sipil.
Ia sering memerintahkan kekerasan berat, penangkapan massal, pembungkaman paksa bahkan pembunuhan terhadap warga sipil yang menentang rezim Iran.
“Dalam serangan tepat sasaran IDF di Teheran, Komandan unit Basij, Gholamreza Soleimani, telah dilenyapkan”, kata IDF.
Gholamreza Soleimani adalah tokoh kunci lain di balik penindasan kejam rezim Iran terhadap warga sipilnya sendiri.
Laporan lain menyebutkan Soleimani sering mengawasi penyiksaan terhadap warga yang memprotes rezim Iran. (P-Jeffry W)