Ilustrasi anak sedang menderita influenza. (Courtesy of iStockphoto)PRIORITAS, 17/11/25 (Jakarta): Intensitas cuaca ekstrem yang makin sering muncul membuat penyakit musim hujan cepat bermunculan.
Begitu suhu berubah mendadak, keluhan seperti pilek, sakit tenggorokan, dan gangguan pencernaan langsung naik. Polanya selalu muncul setiap tahun dan belum menunjukkan tanda-tanda berubah.
BMKG telah memberi peringatan mengenai potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah. Situasi ini membuat tubuh lebih mudah drop karena perpindahan suhu berlangsung cepat dan tidak stabil.
Menurut dr Detti Nur Irawati dari Fakultas Kedokteran UM Surabaya, flu hanya salah satu penyakit yang sering dijumpai. Radang tenggorokan dan tipes juga meningkat bersamaan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Perubahan suhu yang terlalu cepat menurunkan daya tahan tubuh. Saat imunitas melemah, virus pernapasan lebih mudah menyebar dan menginfeksi, terutama pada orang yang tetap beraktivitas di luar ruang.
Gangguan pencernaan juga ikut naik. Lingkungan lembap, makanan yang tidak higienis, dan paparan debu membuat saluran cerna gampang terganggu. Kebiasaan membeli makanan dari tempat yang kurang bersih memperbesar risiko diare.
Tipes tetap jadi ancaman. Bakteri Salmonella dapat bertahan lebih lama pada lingkungan yang tidak terawat. Sanitasi buruk dan pola makan asal-asalan membuat infeksi lebih mudah muncul kembali.
Radang tenggorokan sering terjadi saat udara mendadak lebih dingin. Virus penyebabnya dapat berkembang menjadi ISPA bila tidak ditangani dengan benar.
Genangan air yang muncul di banyak titik menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Akibatnya, demam berdarah dapat meningkat sewaktu-waktu tanpa pola yang jelas.
Secara umum, perubahan suhu, kestabilan tubuh yang menurun, dan lingkungan yang kurang bersih menciptakan kondisi ideal bagi berbagai penyakit. Menjaga kebersihan dan pola makan tetap jadi langkah paling masuk akal untuk mengurangi risiko. (P-Khalied M)
No Comments