Tonton Youtube BP

Pasokan listrik Indonesia Timur, pemerintah kaji penggunaan nuklir

Armin Mandika
29 Oct 2025 12:07
News 0
2 minutes reading

PRIORITAS, 29/10/25 (Jakarta): Luhut Binsar Pandjaitan selaku Ketua Dewan Ekonomi Nasional mengungkapkan pemerintah Indonesia tengah mengkaji penggunaan Small Modular Reactors (SMR) sebagai bagian dari strategi transisi menuju energi bersih.

Adapun teknologi reaktor modular kecil ini disebut cocok untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah timur Indonesia yang memiliki karakteristik geografis kepulauan.

“Karena Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, kami membutuhkan reaktor nuklir modular kecil yang dapat ditempatkan di wilayah timur,” ungkap Luhut dalam pidatonya di forum Singapore International Energy Week (SIEW) 2025, Selasa (28/10/25).

Menurut Luhut, pemanfaatan Reaktor Nuklir Kecil untuk Pembangkit Listrik menjadi langkah penting dalam upaya Indonesia meningkatkan efisiensi pembangkit listrik dan memperkuat ketahanan energi nasional. Teknologi ini, ujarnya, dapat menjadi sumber daya yang stabil, bersih, dan dapat diandalkan bagi daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan listrik besar.

Indonesia juga tengah mengembangkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture, utilization, and storage/CCUS) dengan potensi kapasitas penyimpanan mencapai 400–600 gigaton di seluruh wilayah.

Dikatakan Luhut, teknologi ini, bahkan memungkinkan Indonesia menyerap CO2 dari negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Ia menegaskan, kombinasi antara teknologi nuklir skala kecil dan CCUS akan memperkuat posisi Indonesia dalam transisi energi bersih.

“Teknologi kini semakin terjangkau dan memungkinkan kita mengelola sumber daya Indonesia dengan lebih baik,” katanya.

Ditambahkan Luhut, pemerintah juga terus memperluas pengembangan energi terbarukan berbasis sumber hayati, termasuk bahan bakar berkelanjutan dan budi daya rumput laut di kawasan timur dan selatan Indonesia.

Untuk potensi lahan rumput laut diperkirakan mencapai 12 juta hektar, dengan pusat riset yang telah dibangun di Buleleng (Bali) dan Lombok (NTB).

Bahkan lebih jauh, Luhut menegaskan transisi energi tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang pembangunan manusia. (P-*r/am)

 

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x