Bukan hanya dibangun sebagai gedung dan kantor pemerintahan saja, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kini menunjukkan dampak ekonomi awal yang signifikan bagi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Provinsi Kalimantan Timur. (Humas OIKN)PRIORITAS, 4/7/2026 (Nusantara): Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
Berdasarkan kajian dampak ekonomi pembangunan IKN Tahap I periode 2022–2024, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kalimantan Timur, yakni mencapai 19,9 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur tercatat 3,7 persen lebih tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan.
Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, mengatakan keberhasilan pembangunan IKN tidak hanya diukur dari berdirinya berbagai infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan pembangunan tersebut dalam menggerakkan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Mia saat memaparkan hasil kajian dampak ekonomi pembangunan IKN dalam Seminar Jumat Belajar bertajuk “Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!”, Jumat (26/6/2026).
“Keberhasilan IKN diukur bukan hanya dari jumlah gedung yang dibangun, tetapi dari dampak ekonominya, seberapa besar ekonomi tumbuh, dan bagaimana manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Mia.
Hasil kajian menunjukkan dampak ekonomi awal pembangunan IKN paling besar dirasakan di Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai wilayah inti pembangunan. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya belanja pemerintah dan investasi, dengan sektor konstruksi menjadi salah satu motor utama pembentuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Tidak hanya itu, efek pembangunan juga mulai dirasakan daerah penyangga melalui meningkatnya permintaan barang dan jasa, layanan logistik, akomodasi, transportasi, perdagangan, hingga berbagai sektor pendukung lainnya. Aktivitas pembangunan Nusantara pun mulai membentuk keterkaitan ekonomi yang lebih luas dengan wilayah-wilayah di Kalimantan Timur, tidak hanya berpusat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Memasuki Tahap II pembangunan IKN, dampak ekonomi diproyeksikan akan semakin besar. Tambahan PDRB diperkirakan memberikan kontribusi signifikan bagi Kabupaten Penajam Paser Utara maupun Provinsi Kalimantan Timur, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Proyeksi tersebut dinilai penting di tengah dinamika geopolitik global dan kebutuhan Kalimantan Timur untuk mempercepat transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif menuju sektor yang lebih produktif dan bernilai tambah.
Karena itu, pembangunan IKN perlu diarahkan tidak hanya pada aktivitas konstruksi, tetapi juga pada penguatan rantai pasok lokal, peningkatan kapasitas tenaga kerja, pemberdayaan pelaku usaha daerah, serta pengembangan sektor-sektor ekonomi lainnya.
Strategi tersebut sejalan dengan konsep Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) yang dirancang untuk memperluas manfaat pembangunan IKN dalam jangka panjang.
Melalui keterhubungan Nusantara dengan Balikpapan, Samarinda, dan wilayah sekitarnya, IKN diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mendorong Kalimantan Timur menuju ekonomi yang lebih produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan. (P-bwl)