
SD Negeri Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara berhasil memiliki sarana dan prasarana yang layak usai menerima program Revitalisasi Satuan Pendidikan. (‘Courtesy’ Antara/HO-Humas Kemendikdasmen)PRIORITAS, 6/8/26 (Jakarta): Penantian hampir lima dekade akhirnya berakhir. SD Negeri Miangas di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, kini memiliki sarana dan prasarana yang layak setelah menerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Kamis mengatakan, kunjungannya ke Pulau Miangas bertujuan untuk meninjau progres pembangunan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026. Ia memastikan revitalisasi SD Negeri Miangas dan SMP Negeri 2 Nanusa akan selesai pada Agustus 2026.

Menurut Abdul Mu’ti, pembangunan berlangsung selama sekitar satu setengah bulan dengan dukungan TNI Angkatan Darat. Kolaborasi itu membuat pekerjaan berjalan sesuai target.
“Kami berterima kasih kepada TNI, warga sekolah, dan masyarakat yang bekerja maksimal sehingga pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu,” katanya seperti dilansir dari Antara News.
SDN Miangas berdiri sejak 5 Agustus 1976. Selama hampir 50 tahun, sekolah di wilayah terdepan Indonesia itu belum pernah memperoleh bantuan revitalisasi menyeluruh.
Tahun ini menjadi titik balik. Pemerintah mengalokasikan dana lebih dari Rp1,9 miliar untuk memperbaiki berbagai fasilitas pendidikan.
Kepala SDN Miangas, Melati Sulastri Mangole, mengatakan penggunaan seluruh anggaran untuk merehabilitasi ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, perpustakaan, rumah dinas guru, toilet, membangun ruang UKS, serta menata lingkungan sekolah.
Ia mengaku bersyukur karena sekolah yang selama puluhan tahun melayani anak-anak di wilayah perbatasan akhirnya memperoleh perhatian pemerintah.
Revitalisasi SDN Miangas menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataan mutu pendidikan. Hal ini terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan seluruh peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran tanpa memandang letak geografis sekolah.
Dengan fasilitas baru, menteri berharap SD Negeri Miangas mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Bahkan juga menjadi simbol hadirnya negara bagi masyarakat di pulau terluar Indonesia. (P-sm)


