Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. (Youtube OJK)PRIORITAS, 30/1/26 (Jakarta): Secara resmi, Mahendra Siregar resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) periode 2022-2027. Diketahui, keputusan tersebut disampaikan OJK melalui keterangan tertulis pada Jumat (30/1/26).
Ya, dilaporkan Mahendra Siregar secara resmi mengajukan pengunduran diri dari posisi Jetua DK OJK. Dalam pernyataannya, ia menegaskan, keputusan tersebut diambil bersama kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK).
Disebutkan, pengunduran diri bersama ini dimaknai sebagai wujud tanggung jawab moral untuk membuka ruang bagi langkah-langkah pemulihan yang dinilai perlu dilakukan. OJK menyampaikan, proses selanjutnya akan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Profil Mahendra Siregar
Sosok yang lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1962 ini dikenal sebagai birokrat dan teknokrat dengan pengalaman lintas sektor, mulai dari diplomasi, perdagangan, keuangan, hingga investasi.
Kini, Mahendra Siregar juga menjabat sebagai wakil menteri luar negeri Republik Indonesia. Rekam jejak panjangnya di pemerintahan menjadikan namanya cukup dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Selanjutnya, pendidikan formal Mahendra Siregar dimulai di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia meraih gelar sarjana ekonomi pada tahun 1986. Sesudah menyelesaikan studi sarjana, Mahendra langsung meniti karier di Departemen Luar Negeri.
Demi memperdalam keilmuan di bidang ekonomi, Mahendra melanjutkan pendidikan magister di Monash University, Australia. Ia memperoleh gelar master ekonomi pada tahun 1991, yang kemudian menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya di sektor kebijakan ekonomi dan keuangan.
Sementara karier profesional Mahendra Siregar diawali di Departemen Luar Negeri. Dalam masa tugasnya, ia pernah menjabat sebagai economic third secretary di Kedutaan Besar Republik Indonesia di London.
Di samping itu, Mahendra juga dipercaya sebagai duta informasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC selama 3 tahun. Pengalaman ini membentuk pemahamannya terhadap dinamika ekonomi global dan hubungan internasional.
Di tahun 2001, Mahendra Siregar ditunjuk sebagai asisten khusus Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti. Peran ini menjadi pintu masuknya ke lingkar kebijakan ekonomi nasional.
Kemudian, Mahendra dipercaya menjabat sebagai Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional pada periode 2005 hingga 2009. Dalam posisi ini, ia terlibat langsung dalam perumusan kebijakan kerja sama ekonomi dan pembiayaan lintas negara.
Selanjutnya, karier Mahendra Siregar terus berlanjut ke tingkat yang lebih strategis. Pada tahun 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Wakil Menteri Perdagangan, mendampingi Mari Elka Pangestu.
Lalu, dua tahun berselang, tepatnya pada 2011, Mahendra kembali dipercaya untuk mengisi jabatan Wakil Menteri Keuangan. Kemudian pada 2013 hingga 2014, ia menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, yang kini dikenal sebagai BKPM.
Namun, tidak hanya berkecimpung di pemerintahan, Mahendra Siregar juga memiliki pengalaman luas di sektor keuangan. Ia pernah menjabat sebagai direktur utama Indonesia Eximbank serta Ketua dan CEO Indonesia Exim Bank.
Juga Mahendra pernah menjadi komisaris di berbagai perusahaan besar. Di antaranya adalah PT Dirgantara Indonesia pada periode 2003-2008 dan PT Aneka Tambang pada periode 2008-2009.
Mahendra pun tercatat pernah menjadi anggota dewan komisaris di perusahaan yang bergerak di sektor jasa keuangan, pertambangan, manufaktur, teknologi, barang konsumen, dan infrastruktur.
Sedangkan pengalaman internasional Mahendra Siregar tidak hanya terbatas pada diplomasi. Pada April 2019, ia menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Amerika Serikat sebagai Duta Besar Republik Indonesia ke-19 untuk negara tersebut.
Sesuai keterangan resmi Kementerian Luar Negeri, Mahendra kemudian diangkat sebagai wakil menteri luar negeri Republik Indonesia pada 25 Oktober 2019. Ia juga pernah menjabat sebagai direktur eksekutif Dewan Negara-negara Penghasil Minyak Sawit atau Council for Palm Oil Producing Countries (CPOPC).
Diketahui pula, sebelum menjabat sebagai ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar telah menempati berbagai posisi strategis di pemerintahan dan lembaga keuangan.
Sedangkan pengalaman sebagai wakil menteri luar negeri, wakil menteri keuangan, wakil menteri perdagangan, kepala BKPM, hingga pimpinan Indonesia Exim Bank menjadi fondasi penting dalam perannya di OJK.
Nah, latar belakang tersebut, Mahendra dipercaya memimpin OJK pada periode 2022–2027. Namun, di tengah masa jabatannya, ia memilih untuk mengundurkan diri demi mendukung proses pemulihan yang dinilai perlu dilakukan. (P-*r/jr)