
Ini ketika Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berpose di podium di landasan pacu setelah tiba di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska, Jumat (15/8/25) lalu. Putin berada di Alaska atas undangan Trump dalam kunjungan pertamanya ke negara Barat sejak ia memerintahkan invasi Ukraina tahun 2022. (‘Couetessy’ Kompas.com/AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)PRIORITAS, 24/4/26 (Miami, Amerika Serikat): Ya, ada indikasi mulai mesranya hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Rusia. Pasalnya, Beritaprioritas.com mendapat informasi, Presiden AS, Donald Trump secara resmi mengundang Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar di Miami, Florida, pada Desember nanti.

Artinya, langkah ini menandakan pelonggaran tekanan internasional terhadap Putin, sebagaimana dilansir AFP, Kamis (23/4/26) waktu setempat. Dan jika Putin hadir, bisa berpengaruh serta mengubah tatanan diplomasi global.
Sebelumnya Putin dikucilkan oleh mayoritas negara Barat sejak memerintahkan invasi ke Ukraina pada 2022.
Diketahui, tahun ini AS memegang keketuaan G20. Trump pun telah menjanjikan sebuah pertemuan puncak yang megah di negara bagian asalnya, Florida, salah satu negara bagian penting AS.

“Seluruh anggota G20 akan diundang untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri dan KTT para pemimpin,” kata seorang pejabat senior pemerintahan Trump dalam pernyataan tertulis, Kamis (23/4/26) waktu setempat, seperti dilansir Kompas.com.
Trump sangsi Putin penuhi undangan
Kendati undangan ke Putin telah dikirimkan, Trump justru mengaku sangsi Putin akan memenuhi undangan itu.
“Saya tidak tahu apakah dia akan datang. Sejujurnya, saya ragu dia akan hadir,” ujar Trump saat ditanya awak media yang mewawancarainya.
Meski ragu, Trump menegaskan dukungannya untuk melibatkan kembali Putin dalam forum internasional nanti.
Dampak positif untuk diplomasi global
Bagi Trump, kehadiran pemimpin Rusia tersebut dapat memberikan dampak positif bagi diplomasi global. “Jika dia datang, itu mungkin akan sangat membantu,” katanya lagi.
Selanjutnya, Trump kembali melontarkan kritik kepada mantan Presiden Barack Obama yang mengeluarkan Rusia dari G8 sebagai respons atas invasi di Ukraina pada 2014. “Presiden Putin sangat tersinggung dengan hal itu, dan itu wajar,” lanjutnya.
Berupaya cairkan hubungan dengan Rusia
Diketahui, sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu, Trump terus berupaya mencairkan hubungan dengan Rusia yang telah lama membeku demi mengakhiri perang di Ukraina.
Namun, meskipun sempat berjanji akan mengakhiri konflik tersebut dalam waktu 24 jam, upaya Trump sejauh ini belum membuahkan hasil.
Sementara di satu sisi, delegasi Moskwa dan Kyiv telah bertemu beberapa kali untuk berunding menuju damai.
Trump salahkan Zelensky
Di pihak lain, Trump sendiri berulang kali menyalahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky karena menolak menyerahkan wilayah kepada Rusia.
Diketahui, pertemuan terakhir antara Trump dan Putin terjadi pada Agustus 2025 di Alaska, di utara AS.
Di momen tersebut, pertama kalinya Putin menginjakkan kaki di tanah Barat sejak invasi Rusia dimulai ke Ukraina.
Ini respons Kremlin
Ternyata di sisi lain, Istana Kepresidenan Rusia atau Kremlin menyatakan, hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai kehadiran Putin di Miami pada 14-15 Desember depan.
“Keputusan tersebut belum dibuat,” ungkap juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, di Moskwa, ibukota Rusia.
Tapi, kantor berita pemerintah Rusia, RIA Novosti, mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Alexander Pankin yang mengonfirmasi, Rusia telah diundang pada “tingkat tertinggi” untuk menghadiri KTT itu.
Memang, kehadiran Putin di luar negeri menjadi isu sensitif sejak Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya pada 2023 atas tuduhan terkait perang tersebut.
Inilah yang membuat Putin cenderung menghindari perjalanan ke negara-negara yang secara teori wajib menangkapnya atau menahannya.
Hanya saja, AS bukan merupakan anggota ICC, lembaga yang selama ini juga ditentang keras oleh Trump.
Untuk menjadi catatan, Putin belum pernah lagi berpartisipasi dalam KTT G20 sejak 2019, yang awalnya disebabkan oleh pandemi Covid-19 dan kemudian berlanjut akibat situasi perang Rusia dengan Ukraina. (P-*r/Kps/jr)

