
Ronaldo memprotes dan mogok main karena diduga adanya perlakuan istimewa Dana Investasi Publik (PIF) terhadap Al-Hilal pada bursa transfer musim dingin. (Courtessy Beritsatu.com/AP)
PRIORITAS, 9/2/26 (Riyadh): Tidak tampil dalam dua laga terakhir bersama Al-Nassr di Liga Arab, Cristiano Ronaldo menuai kritik dari media di Arab Saudi.
Ronaldo memprotes dan mogok main karena diduga adanya perlakuan istimewa Dana Investasi Publik (PIF) terhadap Al-Hilal pada bursa transfer musim dingin.
Mantan penyerang Manchester United dan Real Madrid itu dikabarkan menilai dukungan tersebut tidak seimbang dibandingkan dengan yang diterima Al-Nassr.
Komentator televisi ternama Saudi, Walid Al-Faraj, secara terbuka melontarkan kritik keras kepada kapten timnas Portugal tersebut.
Ronaldo harus tahu posisinya
Dalam pernyataannya, Al-Faraj menegaskan Ronaldo harus memahami posisinya sebagai pemain profesional di Liga Pro Saudi.
“Cristiano Ronaldo harus tahu tempatnya. Negara ini bernama Arab Saudi, bukan Arabnya Ronaldo,” ujar Al-Faraj.
Dia juga menilai Ronaldo telah mencampuradukkan perannya sebagai duta dengan statusnya sebagai pesepak bola profesional.
“Itu mengecewakan. Dia adalah seorang karyawan yang menerima bayaran jutaan dolar, lebih besar daripada yang ia peroleh di Eropa dan sudah seharusnya menghormati liga ini. Jika tidak, maka lebih baik pergi,” tegasnya.
Al-Faraj kemudian membandingkan situasi tersebut dengan kompetisi di Inggris.
“Bayangkan pemain Manchester City atau Arsenal menolak bermain sebagai bentuk protes. Di Liga Inggris, hal itu tidak mungkin terjadi,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga menyindir bahwa Ronaldo memiliki utang budi kepada Arab Saudi atas dukungan yang diterimanya selama berada di negara tersebutndikutip Beritasatu.
“Ronaldo berutang banyak kepada Arab Saudi. Tanpa delegasi Kerajaan, dia tidak akan pernah masuk Gedung Putih,” ucapnya.(P-wr).