Menuju swasembada gula: Kementan targetkan produksi gula kristal putih 3,04 juta ton pada 2026

Selvijn MJR
Sabtu, 25 April 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 25/4/26 (Surabaya): Upaya keras menuju swasembada gula kini mulai tampak. Terkini, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi Gula Kristal Putih (GKP) mencapai 3,04 juta ton pada tahun ini dengan luas areal panen tebu existing nasional mencapai 576.538 hektare di seluruh Indonesia. Sementara kebutuhan gula konsumsi masyarakat kuni berada pada kisaran 2,8 juta ton.


“Sinergi antara pemerintah, BUMN, swasta, petani tebu, dan seluruh pemangku kepentingan jadi kunci penting mewujudkan swasembada gula nasional secara menyeluruh, baik untuk konsumsi maupun industri,” ujar Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementan, Abdul Roni di Surabaya, Kamis (24/4/26) kemarin.

Dikatakannya, dari sisi produktivitas, rata-rata hasil GKP diperkirakan sebesar 5,28 ton per hektare, sedangkan produktivitas tebu berada pada angka 70,87 ton per hektare saat ini.

Selanjutnya, rata-rata rendemen nasional diproyeksikan mencapai 7,45 persen, sehingga mencerminkan efisiensi pengolahan tebu menjadi gula yang terus mengalami perbaikan terus.


Capaian produksi melebihi kebutuhan

Adapun dengan total produksi sebesar 3,04 juta ton, kata Abdul, capaian tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan gula konsumsi masyarakat yang berada pada kisaran 2,8 juta ton saat ini.

Artinya, terdapat potensi surplus sekitar 0,2 juta ton untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga kita.

Diketahui, perkiraan capaian produksi ini melampaui target Rencana Strategis (Renstra) Perkebunan dan mencerminkan keberhasilan berbagai intervensi pemerintah di sektor hulu yang tepat.

Menuju swasembada gula

Selanjutnya Abdul mengatakan, target ini sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menegaskan, penguatan produksi tebu akan terus diakselerasi untuk mewujudkan swasembada gula dan mengurangi ketergantungan impor selama ini.

Terkait itulah, pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi dari hulu hingga hilir. Ini berdasarkan Perpres 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Pemenuhan Bioetanol sebagai bahan bakar nabati ke depan.

Sementara itu, sebagaimana dikutip Antara, dalam Roadmap Swasembada Gula Nasional sesuai Kepmenko Nomor 418 Tahun 2023, pemerintah menargetkan produksi gula nasional mencapai 3,27 juta ton pada 2027 nanti.

Disebut Abdul, kondisi ini menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga gula konsumsi domestik.

Di samping itu, surplus untuk kebutuhan konsumsi menunjukkan program peningkatan produktivitas tebu dan perbaikan kinerja industri gula mulai memberikan hasil nyata di lapangan. (P-*r/se)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan