Menteri Maruarar dapat julukan baru, James Riady: “Saya katakan seperti buldoser”

Johanes Christiaan
Sabtu, 17 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 17/1/2026 (Jakarta): CEO Lippo Group, James Riady melontarkan istilah tak biasa dalam menilai kinerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Di hadapan publik, Riady menyebut Ara sebagai “buldoser”. Simbol gaya kerja agresif dan tanpa kompromi dalam mengevaluasi percepatan program perumahan dan kawasan permukiman sepanjang tahun 2025.


Pernyataan itu disampaikan James saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian PKP, Kamis (15/1/26) lalu.

Menurutnya, sebutan tersebut bukan bermakna merusak, melainkan menggambarkan gaya kepemimpinan yang tegas dan progresif.

“Dalam hal ini, Pak Menteri boleh dikatakan seperti buldoser. Bukan untuk merusak, tetapi untuk membuka jalan, menyingkirkan hambatan-hambatan, dan memastikan perumahan mendapat tempat yang semestinya dalam prioritas pembangunan nasional,” ujar James.


Alami perubahan signifikan

James menilai, dalam satu tahun terakhir posisi sektor perumahan mengalami perubahan signifikan di tingkat kebijakan nasional. Jika sebelumnya perumahan kerap berada di pinggiran diskursus pembangunan, kini sektor tersebut mendapat perhatian langsung Presiden Republik Indonesia dan masuk dalam agenda strategis nasional.

“Perumahan kini berada dalam perhatian langsung Presiden dan menjadi agenda strategis nasional. Ini bukan hal yang terjadi secara otomatis,” katanya.

Selain kepemimpinan, James juga menyoroti perubahan pola kerja lintas pemangku kepentingan. Ia melihat adanya peningkatan koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pihak terkait yang dilakukan lebih awal dan bersifat proaktif.

Forum-forum diskusi yang digelar sejak awal tahun dinilai menjadi ruang penyelarasan kebijakan sebelum persoalan muncul. Pendekatan ini, menurut James, menandai pergeseran dari pola kerja reaktif menuju kolaborasi yang lebih antisipatif.

“Keselarasan itu dibangun sejak awal, bukan saat masalah sudah terjadi,” ujarnya sebagaimana dilansir CNBCIndonesia, Kamis (15/1/26).

Lebih jauh, James menilai paradigma pembangunan perumahan juga mulai berubah. Perumahan tidak lagi semata dipandang sebagai program sosial, melainkan sebagai penggerak ekonomi, pencipta lapangan kerja, serta pembentuk masa depan perkotaan di Indonesia. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan