Menilik peluang “Twin Destination” KEK Likupang–Danau Tondano

Harley DT
Sabtu, 7 Maret 2026
3 menit membaca

Oleh : Bert Toar Polii (Pemerhati masalah pariwisata Sulawesi Utara)

PRIORITAS, 7/3/26 (Tondano, Sulut): Pemerintah Indonesia menetapkan Likupang di Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut) sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata karena kawasan ini memiliki keunggulan strategis yang dianggap lebih siap untuk pengembangan pariwisata kelas dunia dibandingkan kawasan lain di Sulawesi Utara.

Sementara itu, Danau Tondano di Kabupaten Minahasa, Sulut, yang memiliki potensi alam dan budaya yang sangat besar, belum dipilih sebagai KEK.

Hal ini menimbulkan pertanyaan,  mngapa pilihan jatuh pada Likupang, dan apakah mungkin di masa depan KEK tersebut diperluas hingga mencakup Danau Tondano?

Mengapa Likupang dipilih menjadi KEK

Salah satu alasan utama pemerintah memilih Likupang adalah karena kawasan ini memiliki karakter pariwisata bahari yang kuat dengan pantai-pantai indah, terumbu karang, serta potensi wisata laut yang menarik wisatawan internasional. Kawasan seperti Pantai Paal dan Pulau Lihaga dikenal memiliki pasir putih dan panorama laut yang eksotis.

Selain itu, Likupang relatif lebih mudah dikembangkan sebagai kawasan resort terpadu karena ketersediaan lahan yang luas untuk pembangunan hotel, resort, dan fasilitas wisata modern.

Faktor aksesibilitas juga menjadi pertimbangan penting, karena kawasan ini tidak terlalu jauh dari Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi sehingga wisatawan dapat mencapai lokasi dengan relatif mudah.

Likupang juga telah ditetapkan sebagai salah satu dari “10 Bali Baru”, yaitu program pemerintah untuk menciptakan destinasi wisata unggulan selain Bali. Dalam kerangka tersebut, pemerintah memandang Likupang sebagai kawasan yang paling siap untuk dikembangkan dalam waktu relatif cepat.

Diperluas menjadi KEK Likupang-Danau Tondano

Keindahan Danau Tondano di Kabupaten Minahasa, Sulut. (Courtesy: Liputan6.com)

Di sisi lain, Danau Tondano yang terletak di Kabupaten Minahasa, memiliki potensi yang berbeda. Danau ini merupakan danau terbesar di Sulawesi Utara dengan pemandangan pegunungan yang indah serta kekayaan budaya Minahasa. Selain sebagai objek wisata, danau ini juga memiliki fungsi strategis sebagai sumber air dan energi bagi pembangkit listrik di wilayah tersebut.

Namun beberapa tantangan masih dihadapi Danau Tondano, antara lain masalah eceng gondok, sedimentasi, serta pengelolaan kawasan yang belum terpadu.
Kondisi ini membuat pemerintah lebih memprioritaskan kawasan yang dianggap lebih siap untuk pengembangan wisata internasional.

Pertanyaan menarik kemudian muncul, apakah mungkin KEK Likupang di masa depan diperluas menjadi KEK Likupang & Danau Tondano?

Secara konsep, hal ini sangat mungkin dilakukan. Banyak kawasan ekonomi khusus di dunia berkembang secara bertahap dengan memperluas wilayah atau menciptakan klaster destinasi yang saling terhubung. (Jarak antara Likupang dan Danau Tondano hanya 67,7 kilometer melewati kawasan Tanggari yang juga menyimpan banyak potensi wisata seperti goa peninggalan Jepang, Red.).

Dalam konteks Sulawesi Utara, Likupang dan Danau Tondano sebenarnya dapat saling melengkapi. Likupang dapat menjadi pusat wisata bahari dan resort internasional, sedangkan Danau Tondano dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata alam, budaya, dan ekowisata.

Wisatawan yang datang ke Likupang dapat diarahkan untuk melanjutkan perjalanan ke kawasan Minahasa untuk menikmati panorama danau, kuliner tradisional, serta kekayaan budaya lokal. Jika konektivitas infrastruktur diperkuat — misalnya jalan, transportasi wisata, dan paket tur terpadu — maka kedua kawasan ini dapat menjadi satu koridor pariwisata utama di Sulawesi Utara.

Peluang masa depan

Dengan rehabilitasi lingkungan dan pengelolaan yang lebih baik, Danau Tondano berpotensi menjadi destinasi pelengkap yang kuat bagi KEK Likupang. Bahkan bukan tidak mungkin suatu saat pemerintah mempertimbangkan konsep “Twin Destination” atau KEK Likupang–Danau Tondano, yang menggabungkan wisata laut dan wisata danau dalam satu paket pengembangan pariwisata regional.

Jika hal ini dapat diwujudkan, Sulawesi Utara tidak hanya memiliki satu pusat pariwisata unggulan, tetapi sebuah sistem destinasi yang saling terhubung, memperkuat ekonomi daerah sekaligus mempromosikan kekayaan alam dan budaya Minahasa kepada dunia. (P-hdt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025