PRIORITAS, 15/4/26 (Madrid): Impian Barcelona untuk melangkah ke semifinal Liga Champions musim ini kandas. Blaugrana meski meraih kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid pada leg kedua perempat final kalah agregat di Stadion Metropolitano, Rabu (15/4/26) dini hari WIB.
Kemenangan ini tidak cukup bagi tim asuhan Hansi Flick karena kalah agregat 2-3, setelah sebelumnya tumbang 0-2 pada leg pertama. Hansi Flick tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Ia merasa timnya memiliki momen untuk mengunci kemenangan lebih awal.
“Kami kecewa. Kami punya banyak peluang. Kami memiliki kesempatan untuk mengubah skor menjadi 3-0 dan kemudian kami justru kebobolan gol tersebut. Kami sangat kecewa,” ujar pelatih asal Jerman tersebut dalam konferensi pers setelah laga seperti dikutip Barca Blaugranes.
Meski hasilnya tidak memuaskan, Flick memberikan apresiasi terhadap cara bermain anak asuhnya yang tetap tampil menekan meski kekurangan jumlah pemain. Ia memuji kerja keras tim yang tetap berupaya memberikan perlawanan hingga detik terakhir.
“Kami memainkan pertandingan yang fantastis. Kami bermain dengan satu pemain lebih sedikit dan tim tampil luar biasa. Saya sangat menghargai apa yang saya lihat hari ini,” tambahnya. Flick juga menyoroti bagaimana keberuntungan tidak berpihak pada Barcelona malam itu. Baginya, dalam pertandingan level tinggi, hasil akhir sering kali ditentukan oleh hal-hal yang berada di luar kendali pelatih maupun pemain.
“Kami belum memiliki banyak keberuntungan. Memang begitulah adanya, kami harus menerimanya,” kata Flick dengan nada pasrah. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sepak bola profesional selalu berkaitan dengan detail-detail kecil yang terjadi di lapangan. Meski ada aspek yang perlu diperbaiki, Flick merasa secara mentalitas timnya sudah berada di jalur yang benar.
“Itulah sepak bola, ini tentang detail kecil. Kami harus melakukan hal-hal dengan lebih baik, tetapi secara mentalitas dan sikap, tim telah memberikan segalanya.”
Barca sempat unggul 2-0
Barcelona tampil agresif sejak awal demi mengejar ketertinggalan. Upaya mereka langsung membuahkan hasil saat laga baru berjalan empat menit. Lamine Yamal mencetak gol pembuka seusai memanfaatkan umpan Ferran Torres dengan tembakan mendatar yang gagal dihentikan kiper Juan Musso.
Tim tamu kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-24 melalui Torres. Gol berawal dari umpan terobosan Dani Olmo yang berhasil diselesaikan Torres dengan sepakan terarah, membuat agregat menjadi imbang 2-2. Namun, Atletico Madrid merespons cepat lewat serangan balik yang dipimpin Marcos Llorente.
Pergerakan itu berujung dengan umpan silang akurat kepada Ademola Lookman yang sukses mencetak gol pada menit ke-31, yang membuat Atletico kembali unggul agregat 3-2. Memasuki babak kedua, Barcelona terus meningkatkan intensitas serangan.
Torres sempat mencetak gol kedua pada laga ini, tetapi wasit menganulirnya karena berdasarkan tinjauan video assistant referee (VAR) sang penyerang berada dalam posisi offside. Petaka bagi Barcelona datang pada menit ke-80 ketika Eric Garcia diganjar kartu merah setelah melanggar Alexander Sorloth yang tengah melaju ke kotak penalti.
Keputusan tersebut diambil setelah wasit meninjau VAR. Dilansir Beritasatu.com, bermain dengan 10 orang, Barcelona tetap berusaha keras menyamakan agregat. Sejumlah peluang tercipta pada masa injury time, termasuk sundulan Robert Lewandowski serta peluang emas dari Ronald Araujo.(P-wr)