Menelusuri jejak karier Ferry Daud Liando: Akademisi, Pengurus PIKI, sosok kunci di FISIP Unsrat

Johanes Christiaan
Minggu, 1 Maret 2026
Kampus TOKOH 0 300
2 menit membaca

PRIORITAS, 1/3/2026 (Manado): Di lingkungan akademik FISIP Unsrat, nama Ferry Daud Liando bukan sekadar dikenal, tetapi telah menjadi salah satu figur sentral yang mewarnai perjalanan ilmu pemerintahan dan studi kepemiluan di Indonesia. Kini menjabat sebagai Dekan FISIP Unsrat periode 2024–2028, Ferry terus memperkuat kiprahnya sebagai akademisi sekaligus pengamat nasional yang disegani.

Perjalanan kariernya mencerminkan konsistensi dan dedikasi panjang di dunia pendidikan tinggi. Berdasarkan unggahan resmi FISIP Unsrat pada Mei 2025, Ferry merayakan ulang tahun ke-51. Artinya, pada tahun 2026, usianya genap 52 tahun—masa di mana produktivitas akademik dan kepemimpinan institusionalnya berada pada puncak.

Sebelum menduduki posisi dekan, Ferry mengemban berbagai jabatan strategis. Ia pernah menjabat Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan (2018–2020), Koordinator Program Studi S2 Pengelolaan Sumber Daya Pembangunan (2014–2018), Ketua Senat FISIP (dua periode, 2014–2016 dan 2016–2018), Sekretaris Senat FISIP (2012–2014), hingga Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan (2012–2015). Rentetan jabatan tersebut menegaskan kapasitasnya sebagai akademisi yang tidak hanya aktif mengajar, tetapi juga membangun fondasi kelembagaan di kampus.

Di luar ruang kuliah, reputasi Ferry justru semakin menonjol. Ia dikenal sebagai dosen dan pembina pusat studi kepemiluan, menjadikannya rujukan bagi berbagai lembaga nasional. Rekam jejaknya mencakup keanggotaan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) melalui Tim Pemeriksa Daerah (TPD) selama dua periode (2018–2019 dan 2019–2020) dan terpilih sebagai Pengurus Pusat Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) bersama mantan Wali Kota Bitung, Ir. Maurits Mantiri masa bakti 2020-2025.

Tak hanya itu, Ferry kerap dipercaya sebagai juri nasional dalam Debat Hukum Pemilu antarperguruan tinggi yang digelar Bawaslu RI, serta menjadi bagian dari tim penilai dalam seleksi penyelenggara pemilu. Posisi-posisi tersebut menunjukkan betapa pandangannya dihargai dalam diskursus demokrasi dan penyelenggaraan pemilu di tingkat nasional.

Dengan perpaduan rekam jejak akademik, pengalaman organisatoris, dan kontribusi nasional, Ferry Daud Liando menegaskan dirinya sebagai salah satu akademisi penting asal Manado yang membawa nama Unsrat ke kancah lebih luas. Ia bukan hanya pemimpin fakultas, tetapi juga figur yang turut memengaruhi wajah demokrasi Indonesia melalui pemikiran dan integritasnya. (P-Deon Wonggo)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025