Lomba gerak jalan HUT RI Sulut bikin heboh, Frangky Manumpil ungkap makna yang tak sekadar adu cepat

Sem Muhaling
Kamis, 13 Agustus 2026
DAERAH 0 226
4 menit membaca

PRIORITAS, 13/8/26 (Manado): Lomba gerak jalan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sulawesi Utara dilaksanakan meriah dan panitia membagi perlombaan tersebut dalam tiga kategori jarak. Kategori itu meliputi 8 kilometer, 17 kilometer, dan 45 kilometer. Kegiatan tersebut mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.


Ketua Panitia HUT RI ke-81 Sulut, Dr. Fransiscus Engelbert Manumpil, selaku Asisten mengoordinasikan pelaksanaan lomba. Manumpil juga menjabat Ketua Panitia HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara. Karena itu, ia mendorong peserta menjaga semangat kebersamaan sepanjang perlombaan.

Bukan sekadar mengejar waktu

Kategori 8 kilometer khusus bagi regu SD dan SMP sederajat. Panitia menggelarnya pada Selasa, 11 Agustus 2026. Selanjutnya, kategori 17 kilometer berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026. Pesertanya merupakan regu putri dewasa dari berbagai instansi dan lembaga.

Sementara itu, kategori 45 kilometer berlangsung dalam dua etape. Panitia menjadwalkan kategori terpanjang tersebut pada Kamis, 13 Agustus 2026. Lomba 17 kilometer mengambil titik start dan finis di kompleks Kantor Gubernur Sulut. Lokasinya berada di Jalan 17 Agustus, Manado.


Peserta berasal dari pemerintah kabupaten dan kota se-Sulut. Selain itu, terdapat perwakilan Dharma Pertiwi, Bhayangkari, OPD Pemprov Sulut, perguruan tinggi, serta SMA dan SMK. Para peserta mengitari sejumlah ruas jalan di Kota Manado. Kondisi tersebut sempat memengaruhi kelancaran arus lalu lintas.

Kemacetan muncul sesaat di beberapa titik. Namun, petugas lalu lintas sudah menyiapkan rekayasa arus kendaraan. Direktorat Lalu Lintas Polda Sulut mendapat dukungan dari Polresta Manado. Petugas mengatur arus kendaraan selama kegiatan berlangsung.

Frangky: Bukan soal siapa paling cepat

Mewakili Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Frangky Manumpil melepas peserta lomba. Ia hadir dalam kapasitasnya sebagai Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sulut. Frangky melihat lomba tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar kegiatan olahraga. Menurut dia, kegiatan itu juga menjadi momentum memperkuat nasionalisme.

Selain itu, lomba tersebut mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan. Para peserta juga menunjukkan disiplin dan sportivitas sepanjang perlombaan. Frangky mengapresiasi tingginya partisipasi peserta. Ia menilai antusiasme tersebut menunjukkan kuatnya semangat masyarakat menyambut HUT Kemerdekaan RI.

“Lomba gerak jalan ini bukan hanya tentang siapa yang paling cepat,” kata Frangky seperti dilansir dari Fajamanado.news.

Menurut dia, peserta harus menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum mengisi kemerdekaan. Semangat itu dapat diwujudkan melalui kebersamaan, sportivitas, dan pola hidup sehat. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjaga semangat perjuangan para pahlawan. Generasi penerus, katanya, perlu menerima nilai perjuangan melalui kegiatan positif.

Olahraga jadi cara mengisi kemerdekaan

Frangky menilai olahraga menjadi salah satu cara sederhana mengisi kemerdekaan. Kegiatan olahraga juga dapat memperkuat kesehatan sekaligus membangun interaksi antarmasyarakat.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini harus kita isi dengan hal-hal yang positif,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, masyarakat perlu menjaga persatuan dan meningkatkan kesehatan. Selain itu, ia mendorong penguatan semangat gotong royong. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kebersamaan di tengah masyarakat. Dengan demikian, lomba gerak jalan tidak hanya menghadirkan persaingan antarpeserta. Kegiatan tersebut juga membawa pesan tentang persatuan dan semangat kemerdekaan.

45 Kilometer dimulai dari KEK Bitung

Setelah kategori 8 dan 17 kilometer, panitia melanjutkan agenda dengan lomba 45 kilometer. Pesertanya berasal dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Peserta mencakup pemerintah kabupaten dan kota se-Sulut. Selain itu, terdapat TNI/Polri, OPD Pemprov Sulut, perguruan tinggi, serta SMA dan SMK.

Panitia membagi rute 45 kilometer menjadi dua etape. Start lomba berlangsung dari Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Bitung. Panitia juga menjadwalkan start pada pukul 21.00 WITA. Dengan demikian, peserta memulai perjalanan pada malam hari.

Etape pertama mengambil rute KEK Bitung menuju Zero Point Minahasa Utara. Selanjutnya, peserta melanjutkan perjalanan menuju Kantor Gubernur Sulut. Etape kedua mengambil rute Zero Point Minahasa Utara menuju Manado. Peserta kemudian mencapai garis finis di kompleks Kantor Gubernur Sulut.

Rangkaian tersebut menjadi bagian penting dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sulawesi Utara. Selain menguji ketahanan peserta, lomba juga membawa pesan persatuan dan kebersamaan. Frangky berharap semangat tersebut terus tumbuh setelah perlombaan berakhir. Ia ingin momentum kemerdekaan melahirkan kegiatan positif yang memperkuat persatuan masyarakat Sulut. (P-*/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan