Korban jiwa tembus 53 orang, BMKG imbau warga Flores waspadai bangunan retak

Giovanni Riung
Rabu, 19 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 19/8/26 (Jakarta): Rangkaian 2.119 gempa susulan telah mengguncang wilayah Flores hingga Selasa (18/8/2026). Peristiwa gempa dangkal ini berawal dari guncangan utama bermagnitudo M7,7 yang memicu gelombang tsunami pada Sabtu lalu.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengonfirmasi bahwa aktivitas tektonik Flores Back-Arc menjadi penyebab utama peristiwa ini. Lebih lanjut, pihak BMKG memproyeksikan aktivitas gempa susulan ini masih akan berlangsung selama tiga hingga empat pekan ke depan seperti dilansir dari BMKG.

Dampak kerusakan dan catatan korban jiwa

Sementara itu, gelombang tsunami akibat gempa utama telah menerjang 16 lokasi di empat provinsi. Stasiun pemantau mencatat Pota di Manggarai Timur mengalami gelombang tertinggi yang mencapai 1,6 meter. Berdasarkan data sementara, bencana alam ini merenggut 53 korban jiwa serta melukai 137 warga lainnya. Selain itu, guncangan hebat menghancurkan berbagai infrastruktur bangunan dari tingkat ringan hingga berat di wilayah Manggarai Barat, Manggarai Timur, hingga Sikka.

Langkah survei dan edukasi mitigasi

Di sisi lain, tim gabungan telah terjun ke lapangan untuk melakukan pemetaan serta verifikasi dampak kerusakan. Petugas mengukur karakteristik tanah guna mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi bangunan yang aman bagi warga. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau agar menjauhi struktur bangunan yang retak demi menghindari risiko susulan.

Pada akhirnya, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi masa darurat pascabencana. Warga perlu memantau perkembangan situasi secara berkala melalui kanal komunikasi resmi. Pemerintah beserta tim gabungan terus berjuang mempercepat proses pemulihan demi keselamatan seluruh korban di wilayah terdampak. (P-Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025