
Seismograf menunjukkan lonjakan grafik sangat tinggi ketika terjadi gempa bumi di Indonesia. Kekuatan gempa magnitudo 7,7 itu terpantau Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), dengan episentrum 68 kilometer barat laut kota Ende, Nusa Tenggara Timur. (radionacional.co/colombia one)PRIORITAS, 15/8/26 (Bogota): Gempa bumi dahsyat magnitudo 7,7 di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, hari Sabtu ini, mendapat perhatian serius Kolombia yang juga hancur akibat peristiwa sama pekan lalu.

Pemerintah Kolombia ikut waspada karena data United State Geological Survey (USGS) atau Survei Geologi Amerika Serikat mencatat gempa di Indonesia itu sangat hebat berkekuatan 7,7 magnitudo.
USGS juga menyebut gempa tersebut sangat dangkal hanya di kedalaman 10 kilometer, dengan episentrum 68 kilometer barat laut kota Ende, pada koordinat 8.310° lintang selatan dan 121.352° bujur timur.
Meskipun menimbulkan kekhawatiran di belahan dunia lain tentang kemungkinan tsunami, di Kolombia Unit Nasional untuk Manajemen Risiko Bencana ( UNGRD ) akhirnya mengkonfirmasi tidak ada ancaman.

Badan tersebut melaporkan analisis yang dilakukan Direktorat Jenderal Maritim (Dimar) menepis kemungkinan dampak di pantai Pasifik Kolombia.
“Saat ini tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi Kolombia”, demikian pernyataan UNGRD, setelah gempa bumi di Indonesia.
Karena itu, sejak Sabtu pagi tadi tidak ada peringatan bagi masyarakat yang berada di sepanjang pantai Pasifik negara tersebut, seperti rilis media Colombia One.
Meskipun peristiwa seismik itu terjadi di sisi lain planet ini, peristiwa di Indonesia tersebut memiliki dampak psikologis khusus di Kolombia.
Kurang dari seminggu lalu Kolombia dilanda gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang menyebabkan kerusakan luas dan banyak korban jiwa.
Peru ikut memantau
Negara tetangga Kolombia, Peru, Angkatan Lautnya ikut meningkatkan pemantauan beberapa saat setelah gempa Indonesia.
Peru mewaspadai kondisi yang dapat menimbulkan dampak buruk di sepanjang pantai Peru.
Langkah ini tetap diberlakukan sementara kemungkinan terjadinya tsunami terkait dengan pergerakan seismik yang kuat di Indonesia sedang dievaluasi.
Keputusan di Peru itu dipicu fakta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia mengeluarkan peringatan tsunami dan mendesak warga untuk mencari tempat yang lebih tinggi serta menjauhi pantai.
USGS menilai, selain sangat kuat dan dangkal, gempa Indonesia berpotensi menimbulkan bencana.
Informasi juga menunjukkan sebanyak 942 gempa bumi tercatat di wilayah NTT tersebut selama 30 hari terakhir, meskipun peristiwa berkekuatan 7,7 magnitudo ini adalah yang terkuat selama periode tersebut.
Gempa bumi tersebut terjadi di daerah yang dikenal memiliki aktivitas seismik tinggi.
Indonesia merupakan bagian dari area Cincin Api Pasifik, sebuah wilayah tempat beberapa lempeng tektonik bertemu dan yang merupakan rumah bagi banyak gempa bumi serta gunung berapi.
Dunia tidak hanya waspada terhadap kemungkinan tsunami, tetapi juga terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi.
Guncangan seismik di Indonesia terjadi pada dini hari waktu setempat.
Catatan internasional menunjukkan bahwa gempa terjadi pada pukul 05.58 Sabtu, 15 Agustus 2026, berdasarkan konversi zona waktu tempat episentrum berada. (P-*/jw)

