
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia Prof. Yassierli, Ph.D (Dok. Humas Kemnaker).
PRIORITAS, 4/7/2026 (Jakarta): Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat langkah menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang siap menghadapi transformasi dunia kerja melalui kolaborasi strategis dengan XLSMART dalam Program Future Ready. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan future skills yang dibutuhkan industri di era kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, dan otomatisasi.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan perubahan teknologi menuntut generasi muda untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang berkembang sangat cepat. Tantangan ketenagakerjaan saat ini tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga memastikan tenaga kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan industri.
“Pendidikan tetap penting, tetapi dunia kerja masa depan semakin mengutamakan kompetensi. Kepada generasi muda, stay relevan dan terus upgrade skill Anda karena dunia kerja masa depan mencari skill, not school,” kata Yassierli saat menghadiri peluncuran Program XLSMART Future Ready di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Yassierli mengapresiasi berbagai inisiatif peningkatan kompetensi yang dilakukan berbagai pihak, termasuk XLSMART. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam membangun tenaga kerja Indonesia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global.
“Yang terpenting, kita memiliki kepedulian yang sama dan menghadirkan aksi nyata untuk meningkatkan kompetensi anak bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan perkembangan AI, Internet of Things (IoT), serta berbagai teknologi digital akan terus mengubah kebutuhan dunia kerja. Kondisi tersebut membuat peningkatan keterampilan harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat tidak tertinggal akibat disrupsi teknologi.
“Semangat kami di Kemnaker adalah no one left behind. Jangan sampai disrupsi AI dan otomatisasi membuat anak bangsa kehilangan kesempatan karena tidak memiliki akses untuk meningkatkan keterampilannya,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kemnaker melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) menandatangani kesepahaman bersama dengan XLSMART sebagai langkah memperkuat pelaksanaan Program Future Ready.
Kolaborasi itu mencakup pemanfaatan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) sebagai pusat pelatihan, pengembangan program vokasi berbasis kebutuhan industri, penyelenggaraan pelatihan Internet of Things (IoT), sertifikasi kompetensi, hingga fasilitasi pemagangan, rekrutmen, dan penempatan kerja bagi peserta pelatihan.
Program tersebut juga dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi sekaligus memperkuat ekosistem pengembangan tenaga kerja yang adaptif terhadap perubahan industri.
Yassierli berharap kolaborasi Kemnaker dan XLSMART tidak berhenti pada penandatanganan kesepahaman, melainkan diwujudkan melalui berbagai program berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat daya saing tenaga kerja nasional, serta mendukung terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan. (P-*r/Humas Kemnaker/Gio R)