Kehilangan paling telak, ini daftar petinggi Iran yang tewas selain Ali Khamenei

Selvijn MJR
Minggu, 1 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 1/3/26 (Teheran): Sesudah operasi militer skala besar yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/26), Republik Islam Iran menghadapi guncangan hebat.

Dilaporkan, kampanye pengeboman tersebut menargetkan titik-titik vital, mulai dari fasilitas intelijen hingga kediaman para jenderal.

Terkait itu, media pemerintah Iran kini telah mengonfirmasi gugurnya sejumlah tokoh sentral yang selama ini menjadi pilar pertahanan negara tersebut.

Adapun kehilangan paling telak bagi Iran ialah konfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei. Pada Minggu (1/3/26), media pemerintah menyatakan tokoh berusia 86 tahun tersebut telah “meninggal sebagai martir” akibat serangan langsung terhadap kediamannya sendiri.

Terkait itulah, Pemerintah Iran secara resmi menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari untuk menghormati sang pemimpin tersebut.

Daftar petinggi yang tewas

Adapun petinggi militer dan pertahanan yang selain Khamenei dalam serangan presisi ini juga melumpuhkan struktur komando militer tertinggi Iran tersebut, ialah beberapa nama besar yang dilaporkan tewas, yakni:

+ Jenderal Abdol Rahim Mousavi: Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran yang baru menjabat sejak Juni 2025. Ia merupakan komandan militer pertama dari jalur reguler yang memegang posisi tersebut.

+ Jenderal Mohammad Pakpour: Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Pakpour merupakan veteran perang Iran-Irak yang menggantikan Hossein Salami.

+ Laksamana Ali Shamkhani: Sekretaris Dewan Pertahanan Iran dan mantan Menteri Pertahanan. Shamkhani dikenal sebagai tokoh kunci dalam diplomasi pertahanan dengan Arab Saudi.

+ Aziz Nasirzadeh: Menteri Pertahanan Iran yang menjabat sejak Agustus 2024. Mantan pilot tempur ini merupakan sosok strategis dalam koordinasi angkatan udara Iran.

Cegah kekosongan kekuasaan

Adapun pascawafatnya Ali Khamenei, Iran segera mengaktifkan dewan kepemimpinan yang diamanatkan secara hukum untuk mencegah kekosongan kekuasaan di sana.

Disebutkan, dewan sementara ini bertugas memerintah negara hingga Majelis Pakar memilih pemimpin baru nanti.

Dilaporkan, dewan tersebut saat ini terdiri dari tiga pilar utama:

Pertama, Masoud Pezeshkian: Presiden Iran yang dikenal dengan jalur reformisnya.

Kedua, Gholamhossein Mohseni-Ejei: Ketua Mahkamah Agung yang mewakili kelompok garis keras.

Selanjitnua, Anggota Dewan Penjaga: Yang dipilih oleh Dewan Penetapan Kepentingan Nasional.

“Situasi ini benar-benar genting, tapi dewan kepemimpinan sudah langsung bekerja buat menjaga stabilitas,” ungkap seorang pengamat politik di Teheran dalam sebuah percakapan lisan terkait transisi kekuasaan, seperti dikutip Beritasatu.com.

Selanjutnya, dunia kini menanti, apakah kepemimpinan kolektif antara faksi reformis dan garis keras ini mampu meredam gejolak internal serta membalas serangan yang telah melumpuhkan jantung pemerintahan Iran. (P-*r/Bst/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025