Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, DPR desak evaluasi SAR

Giovanni Riung
Senin, 3 Agustus 2026
NEWS 0 230
2 menit membaca

PRIORITAS, 3/8/26 (Surabaya): Tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep memicu sorotan tajam terkait kecepatan penyelamatan di laut. Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendesak pemerintah meningkatkan response time evakuasi agar nyawa korban selamat dapat segera tertolong.


Ia menilai keselamatan penumpang yang mengapung di lautan sangat bergantung pada hitungan menit. Penanganan yang lambat berpotensi memicu risiko fatal akibat dehidrasi, kelelahan, hingga terseret arus laut.

“Jangan sampai korban yang sudah berhasil menyelamatkan diri di laut justru terlambat mendapatkan pertolongan,” ujar BHS di Surabaya, Senin.

Patok Standar 30 Menit bak Filipina

BHS mendorong Indonesia mencontoh standar Filipina yang menetapkan batas waktu tanggap darurat laut maksimal 30 menit. Target tersebut dinilai realistis demi menekan angka fatalitas pada musibah pelayaran.


Untuk memangkas waktu evakuasi, ia meminta Basarnas tidak ragu menerjunkan armada helikopter ke lokasi musibah jika kondisi cuaca mendukung.

Puji Kesiapsiagaan Awak Kapal

Di sisi lain, BHS mengapresiasi kesiapsiagaan awak KMP Mutiara Sentosa II yang cekatan membagikan jaket pelampung dan menurunkan life craft saat api mulai berkobar. Menurutnya, respons sigap kru kapal harus diimbangi dengan kedatangan tim penolong yang sama cepatnya.

Ia pun meminta adanya evaluasi total terhadap sistem tanggap darurat kecelakaan laut di Indonesia agar koordinasi antarlembaga makin solid.

KMP Mutiara Sentosa II rute Surabaya–Makassar terbakar pada Minggu pagi. Operasi penyelamatan gabungan sejauh ini telah mengevakuasi 232 orang, dengan rincian 227 penumpang selamat dan lima orang meninggal dunia. (P-Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan