PRIORITAS, 5/10/26 (Batam): Serangan udara militer Rusia terus menghantam infrastruktur vital di pusat ibu kota Ukraina Kyiv selama empat hari berturut-turut. Pasalnya, dron peledak menghantam dua jembatan penyeberangan utama yang melintasi Sungai Dnipro.
Ledakan keras menghancurkan salah satu ruas jalan di Jembatan Pivnichnyi pada Minggu pagi.
Insiden tersebut membakar kendaraan melintas serta melukai dua warga sipil di lokasi kejadian. Akses transportasi harian bagi jutaan penduduk Kyiv kini mengalami kelumpuhan parah. "Untuk menyeberang dari tepi kiri ke tepi kanan rasanya seperti neraka," kata warga Kyiv, Roman, Minggu (4/10/2026).
Kanselir Jerman Merz Tiba di Kyiv dan Janjikan Bantuan Rp23 Triliun
Selanjutnya, gelombang serangan terjadi bersamaan dengan kunjungan mendadak Kanselir Jerman Friedrich Merz ke Kyiv. Pemimpin Jerman tersebut datang guna menegaskan dukungan penuh terhadap pertahanan Ukraina.
Suara sirene bahaya udara bahkan terus meraung saat Merz meninjau lokasi kerusakan.
Jerman berkomitmen menggelontorkan paket bantuan militer dan energi baru senilai lebih dari 1,3 miliar euro. Bantuan ini sangat krusial guna memperkuat pertahanan udara serta mengamankan pasokan energi jelang musim dingin. "Ukraina menghadapi pekan-pekan krusial, Anda bisa mengandalkan kami," tegas Friedrich Merz.
Rusia Berjanji Intensifkan Serangan Balasan ke Seluruh Wilayah Ukraina
Sementara itu, Pertahanan Udara Ukraina melaporkan penembakan 135 dron musuh yang menyasar berbagai kota. Namun, sebagian dron jenis baru bermesin jet berhasil menembus benteng pertahanan udara.
Kementerian Pertahanan Rusia mengancam bakal makin meningkatkan intensitas gempuran ke ibu kota.
Langkah brutal ini diklaim sebagai balasan atas ancaman serangan balik Ukraina ke kilang minyak Rusia. Oleh sebab itu, otoritas Kyiv kini bersiap membangun jembatan ponton darurat guna menjaga konektivitas kota. (P-Gio R)








