Iran khawatir Israel bisa bunuh Mojtaba Khamenei jika hadiri pemakaman ayahnya

Jeffry Wuisan
Sabtu, 4 Juli 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 4/7/26 (Teheran):Para pejabat keamanan Iran telah menolak kehadiran pemimpin Iran yang baru, Mojtaba Khame7nei, dalam upacara pemakaman ayahnya, Ayatolah Ali Khamenei, karena mereka khawatir Israel dapat menggunakan acara tersebut untuk membunuhnya atau melacak keberadaannya.

“Israel dapat membunuhnya setelah melacak keberadaannya”, kata sumber keamanan Iran, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari media Iran International, hari ini, Sabtu (4/7).

Informasi ini melansir media Amerika Serikat, New York Times, mengutip dua anggota Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran dan seorang individu yang terlibat dalam perencanaan upacara pemakaman Ali Khamenei.

Mojtaba Khamenei telah memberi tahu pejabat Republik Islam ia ingin menghadiri upacara pemakaman ayahnya di makam Imam kedelapan Syiah di Mashhad, yang dijadwalkan pada tanggal 18 Juli 2026 dan memimpin shalat jenazah.

Surat kabar tersebut, mengutip sumber-sumber tersebut, menambahkan para pejabat keamanan Iran sejauh ini tetap menolak kehadiran Mojtaba Khamenei dalam upacara tersebut dengan alasan keamanan.

Dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari tahun ini terhadap sebuah bunker bawah tanah di ibukota Iran, Teheran, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatolah Ali Khamenei serta sejumlah jenderal tewas.

Laporan menyebutkan, Mojtaba yang berada di lokasi pertemuan rahasia itu, dilaporkan lolos karena posisinya sedikit jauh dari bunker.

Meski begitu ia mengalami luka sangat serius. Ia kemudian diselamatkan dan disembunyikan pasukan IRGC untuk mendapat perawatan medis darurat.

Laporan intelijen Barat menyebutkan Mojtaba kemungkinan besar sudah tewas, namun para pejabat Iran tetap menyebutnya masih hidup.

Laporan lain mengemukakan, akibat serangan pengeboman itu, Mojtaba mengalami luka sangat parah terutama di bagian wajah dan kaki, sehingga membuatnya harus menjalani beberapa kali operasi.

Tidak sampai sebulan setelah ayahnya Ali Khamenei dinyatakan tewas, Mojtaba diangkat sebagai penggantinya.

Hingga pertengahan 2026 ini, Mojtaba belum pernah terlihat tampil secara langsung di depan publik.

Keberadaan Mojtaba, juga kondisi dan kemampuannya memerintah Iran, masih menjadi misteri bagi publik.

Tidak ada foto, video, atau rekaman audio dirinya yang dipublikasikan sejak serangan udara yang membuatnya cedera dan pengangkatan dirinya menggantikan mendiang ayahnya pada 8 Maret lalu.

Menurut laporan pejabat Iran, ia bersembunyi di lokasi aman dan tetap menjalankan tugas kepemimpinannya melalui konferensi audio atau pesan tertulis.(P-*r/jeffryw).

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025