Indonesia masuki fase kemandirian pangan: Prabowo pamerkan wajah baru industri pertanian

Johanes Christiaan
Kamis, 8 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 8/1/2026 (Karawang): Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung penerapan inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern saat menghadiri Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian nasional.


Dikutip dari laman Presiden Republik Indonesia, Kamis (8/1/26) menyebutkan bahwa dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan langsung pengolahan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian (Alsintan) otonom sebagai bagian kemandirian pangan, seperti traktor dan rice transplanter, demonstrasi penggunaan drone pertanian, serta pemanfaatan pompa otomatis untuk mendukung efisiensi sistem irigasi.

Selain itu, Kepala Negara juga mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian yang menampilkan beragam inovasi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan. Bahkan, Presiden Prabowo turut mencicipi sejumlah produk hasil pertanian dan perkebunan yang ditampilkan pada pameran tersebut.

Salah satu inovasi hilirisasi yang dipamerkan adalah pengembangan produk gambir. Muhammad Makky dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa gambir merupakan tanaman endemik Indonesia dengan potensi strategis yang besar.


“Gambir merupakan satu-satunya tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia dan tidak dapat ditumbuhkan di negara lainnya. Jadi itu merupakan suatu tanaman endemik dan keunggulan karena tidak ada pesaing dari negara lain,” ujarnya dalam keterangan terpisah.

Ia menjelaskan bahwa gambir diolah dari daun yang direbus dan diperas hingga menghasilkan getah berbentuk pasta yang kemudian mengeras menjadi bongkahan. Di dalam bongkahan tersebut terdapat dua komponen aktif utama, yakni tanin dan katekin, yang sangat dibutuhkan dunia.

Muhammad Makky juga menekankan bahwa selama ini Indonesia masih mengekspor gambir dalam bentuk bongkahan, sehingga nilai tambahnya lebih banyak dinikmati oleh negara lain. Oleh karena itu, ia berharap adanya dukungan pemerintah untuk pengembangan industri hilirisasi gambir di dalam negeri.

“Harapannya tentu Bapak Presiden dan melalui Pembantu Presiden, Menteri, dan struktur lainnya memberikan kesempatan dibukanya industri hilirisasi gambir, khususnya di sentra produksi yaitu di Sumatra Barat dan juga Sumatra Utara,” ucapnya. (P-bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan