Muatan beras, mi instan, susu
Helikopter Polri mengantar logistik ke lokasi banjir Aceh Tamiang, Sabtu (6/12/25) lalu. (Dok/Humas Polri)PRIORITAS, 23/12/25 (Jakarta): Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI) menyampaikan, bantuan logistik dengan total lebih dari setengah ton, termasuk Al Quran, kembali dikirim ke wilayah terdampak bencana di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Pengiriman dilakukan menggunakan dua unit helikopter yang lepas landas dari Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, dijelaskan, pengiriman tahap awal dilakukan dengan helikopter AW169/P-3303. Helikopter tersebut membawa berbagai kebutuhan pokok, seperti beras seberat 200 kilogram, perangkat Starlink, susu bubuk 18 kilogram, minyak goreng 22 kilogram, ikan kaleng 11 kilogram, serta mi instan 32 kilogram, dengan total muatan mencapai 333 kilogram.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto menuturkan, penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian sekaligus langkah cepat Polda Aceh dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di Aceh Tamiang.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta memenuhi kebutuhan dasar mereka pascabencana,” imbuh Joko.
Pengiriman bantuan selanjutnya dilakukan dengan menggunakan helikopter AW169/P-3307 milik Polri.
Ia menjelaskan, muatan bantuan tersebut meliputi dua karung beras dengan berat total 80 kilogram, 12 dus mi instan, serta empat dus susu bubuk seberat 40 kilogram.
Selain kebutuhan logistik, helikopter itu juga mengangkut tiga dus Al-Quran, sehingga total beban kargo yang dibawa mencapai 306 kilogram.
Ia menjelaskan kondisi Aceh Tamiang pascabencana banjir bandang pada akhir November lalu kini mulai kondusif.
Bantuan warga terus disalurkan
Pasokan listrik di wilayah terdampak telah pulih, sementara bantuan bagi warga terus disalurkan. Ketersediaan bahan bakar minyak dan gas, serta air bersih, juga sudah terpenuhi.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat mulai kembali menjalani aktivitas sehari-hari dan sejumlah pasar kembali beroperasi, sehingga pergerakan ekonomi perlahan menunjukkan pemulihan.
Di sisi lain, kegiatan pembersihan dilakukan di berbagai fasilitas umum, termasuk rumah ibadah dan sekolah. Proses tersebut melibatkan personel TNI dan Polri yang dikerahkan untuk membantu penanganan pascabencana. (P-Zamir)