
Gunung Karangetang di Pulau Siau kembali erupsi efusif pada Minggu (9/8) sekitar pukul 20.00 Wita. (Antara/HO-Pos PGA Karangetang)PRIORITAS, 14/8/26 (Sitaro): Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang mencatat luncuran lava pijar mengarah ke Kali Sumpihi. Jarak luncuran tersebut mencapai sekitar 1.000 meter.

Ketua Pos PGA Karangetang, Yudia P. Tatipang, mengatakan lava bergerak dari puncak kawah utara. Guguran tersebut mengarah ke sektor selatan-barat daya menuju Kali Sumpihi. Menurutnya, kondisi itu perlu mendapat perhatian masyarakat. Sebab, Kali Sumpihi berada di antara dua permukiman warga. Kali Sumpihi menjadi batas antara Kampung Kinali dan Kampung Hiung. Kedua kampung tersebut berada di Kecamatan Siau Barat Utara.
“Jarak luncuran lava tersebut diperkirakan mencapai 1.000 meter,” kata Yudia di Manado, Kamis.
Namun, luncuran lava tersebut masih berada jauh dari permukiman warga. Kawasan Rawan Bencana juga berjarak sekitar 4,5 kilometer.

“Memang hingga sekarang ini jarak luncuran lava baru sekitar 1.000 meter. Sementara Kawasan Rawan Bencana jaraknya 4,5 kilometer. Meski jauh dari permukiman, tapi harus diwaspadai,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan. Terutama warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar alur sungai dari kawasan gunung.
Berdasarkan laporan pengamatan pada 12 Agustus 2026 hingga pukul 24.00 WITA, aktivitas visual masih terlihat. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang tampak berwarna putih.
Ketinggian asap mencapai sekitar 25 hingga 50 meter di atas puncak kawah. Sementara itu, asap dari kawah utara juga tampak putih dengan intensitas tipis hingga sedang.
Petugas mencatat ketinggian asap kawah utara sekitar 25 hingga 50 meter. Selain itu, sinar api terlihat dengan ketinggian sekitar 10 hingga 25 meter.
Aktivitas tersebut menunjukkan Gunung Karangetang masih mengalami dinamika vulkanik. Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengikuti informasi resmi dari Pos PGA.
Selain aktivitas visual, petugas juga merekam sejumlah aktivitas kegempaan. Data tersebut menunjukkan aktivitas Gunung Karangetang masih berlangsung. Pada periode pengamatan tersebut, Pos PGA mencatat dua gempa guguran. Petugas juga merekam 134 gempa embusan dan empat tremor nonharmonik.
Selanjutnya, tercatat 66 tremor harmonik serta sembilan gempa hibrid atau fase banyak. Petugas juga merekam satu gempa vulkanik dangkal dan satu gempa vulkanik dalam. Selain itu, terdapat dua gempa tektonik lokal dan empat gempa tektonik jauh. Data tersebut menjadi bagian dari pemantauan aktivitas Gunung Karangetang secara berkala.
Suara gemuruh juga sering terdengar dari kawasan gunung. Intensitasnya berkisar lemah hingga agak kuat. Sesekali, suara tersebut muncul bersama hembusan asap putih keabuan. Tinggi hembusan asap mencapai sekitar 25 hingga 150 meter. Arah hembusan asap cenderung menuju utara-timur laut. Kondisi angin dan aktivitas kawah dapat memengaruhi arah sebaran asap tersebut.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, status Gunung Karangetang masih Level II atau Waspada. Pos PGA meminta masyarakat tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak boleh mendekati zona bahaya. Mereka juga tidak boleh melakukan pendakian atau aktivitas dalam kawasan tersebut.
Zona prakiraan bahaya mencakup radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua atau kawah utara. Radius yang sama berlaku dari Kawah Utama atau kawah selatan. Selain itu, terdapat perluasan sektoral sejauh 2,5 kilometer. Perluasan tersebut berlaku ke arah utara-barat dan barat daya dari kawah utara.
Melansir Antara News, Pos PGA juga mengingatkan potensi guguran lava dan awan panas guguran. Fenomena tersebut dapat terjadi sewaktu-waktu. Material lava yang menumpuk di sekitar puncak masih berada dalam kondisi tidak stabil. Material tersebut dapat runtuh dan meluncur mengikuti kemiringan lereng.
Sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya menjadi area yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, warga harus menjauhi kawasan yang masuk rekomendasi bahaya.
Pemerintah dan petugas pemantauan terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Karangetang. Masyarakat juga diminta mengandalkan informasi resmi untuk mengambil langkah keselamatan. Dengan status Level II, kewaspadaan menjadi langkah penting bagi warga Sitaro. Terlebih, aktivitas lava masih mengarah menuju Kali Sumpihi. (P-*/sm)

