
Gen Z melakukan aksi unjukrasa di Nepal memprotes korupsi dan pemblokiran media sosial. Perdana Menteri mundur setelah 21 orang tewas. (theindependent)Gelombang unjuk rasa berkembang jadi perlawanan nasional. Gedung parlemen diserang massa. Rumah pejabat tinggi dijarah. Hotel Hilton Kathmandu ikut dibakar.
Kerusuhan besar memaksa Oli mundur pada Rabu (10/9/25). Tentara Nepal langsung turun tangan menegakkan jam malam.
Perlawanan digital membawa warna baru dalam sejarah Nepal. Komunitas Youth Against Corruption di Discord tumbuh jadi pusat komando.

Aplikasi yang awalnya populer di kalangan gamer, kini jadi alat strategi lapangan. Ruang virtual itu dianggap aman karena pemerintah kesulitan melacak aktivitas di dalamnya.
“Dunia kini belajar satu hal dari Nepal: abaikan suara generasi digital, dan risiko runtuhnya kekuasaan akan semakin besar,” tulis International Crisis Group.
Lebih dari separuh dari 30 juta penduduk Nepal sudah terhubung ke internet. Kondisi itu membuat kaum muda lebih gesit memanfaatkan teknologi sebagai senjata perlawanan.
Skandal korupsi ikut menambah bara kemarahan. Kasus bandara Pokhara yang dibiayai utang Tiongkok jadi sorotan publik. Kasus kartu identitas pengungsi Bhutan palsu juga memicu massa turun ke jalan.
Perlawanan gen Z Nepal berbeda dari pemberontakan Maois di masa lalu. Mereka bergerak tanpa satu pemimpin tunggal. Aksi mereka terinspirasi protes besar di Bangladesh, Sri Lanka, dan Hong Kong.
Kini, Sushila Karki resmi naik tahta sebagai perdana menteri perempuan pertama Nepal. Momen itu mengukuhkan gelombang perubahan.
Perlawanan gen Z Nepal lewat Discord menutup era lama dengan pesan jelas: rakyat menolak tunduk pada kekuasaan korup. (P-Khalied M)

