Sir Alex Ferguson. (X/Twitter/@BibeUTD)
PRIORITAS, 3/2/26 (Manchester): Mantan pelatih legendaris Manchester United kembali jadi sorotan. Kemenangan dramatis Manchester United atas Fulham di Old Trafford kembali menghadirkan istilah yang sudah lama melekat pada klub berjuluk Setan Merah tersebut, yakni Fergie Time.
Sekalipun era Sir Alex Ferguson sudah lama berakhir, kemenangan atas Fulham seolah menegaskan bahwa Fergie Time masih hidup sebagai bagian dari DNA Manchester United. Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 3-2 pada Minggu (1/2/26) malam WIB, Manchester United mencetak gol penentu pada masa injury time setelah sempat kehilangan keunggulan dua gol.
Momen tersebut langsung mengingatkan publik pada kebiasaan Manchester United meraih hasil krusial di detik-detik terakhir pertandingan. Fenomena inilah yang selama puluhan tahun dikenal dengan sebutan Fergie Time, istilah yang identik dengan mentalitas pantang menyerah dan kepercayaan diri tinggi para pemain Setan Merah.
Istilah ini pun terus dikenang, diperdebatkan, dan dianggap sebagai simbol kekuatan mental klub raksasa Inggris tersebut. Manchester United dikenal sebagai salah satu klub paling sukses dalam sejarah sepak bola dunia. Selain memiliki tradisi panjang dan basis penggemar global, kejayaan klub ini sangat lekat dengan sosok pelatih Sir Alex Ferguson.
Gelar Ferguson sudah tertandingi
Selama menukangi Manchester United dari 1986 hingga 2013, pelatih asal Skotlandia tersebut mempersembahkan 38 trofi dari total sekitar 70 gelar yang menghiasi ruang piala klub. Jumlah tersebut membuat pencapaiannya sulit ditandingi oleh pelatih-pelatih setelahnya, termasuk nama besar seperti Louis van Gaal maupun Jose Mourinho.
Namun, warisan Ferguson tidak hanya diukur dari jumlah trofi. Ada satu fenomena lain yang menjadi ciri khas Manchester United di bawah kepemimpinannya, yaitu kebiasaan mencetak gol penentu di menit-menit akhir pertandingan, yang kemudian dikenal sebagai Fergie Time.
Secara sederhana, Fergie Time merujuk pada situasi ketika Manchester United mencetak gol pada masa tambahan waktu atau injury time. Gol-gol tersebut sering kali menjadi penentu hasil akhir, baik untuk menyamakan kedudukan maupun memastikan kemenangan.
Istilah ini muncul dan populer selama Sir Alex Ferguson memimpin Manchester United. Dalam rentang waktu tersebut, Setan Merah kerap menunjukkan kemampuan luar biasa untuk membalikkan keadaan di detik-detik terakhir laga. Menariknya, sebutan Fergie Time tetap bertahan hingga kini, meskipun Ferguson telah pensiun sejak 2013.
Hal ini menunjukkan betapa kuatnya asosiasi antara Manchester United dan momen-momen dramatis di penghujung pertandingan. Sejarah Fergie Time dapat ditelusuri ke musim perdana Premier League (Liga Inggris) 1992/1993. Pada laga antara Manchester United melawan Sheffield Wednesday, skor masih imbang 1-1 hingga waktu normal 90 menit berakhir.
Wasit kemudian memberikan tambahan waktu selama tujuh menit. Dalam rentang waktu tersebut, Steve Bruce mencetak gol kemenangan untuk Manchester United. Gol itu bukan hanya memastikan tiga poin, tetapi juga membuka jalan bagi gelar liga pertama klub setelah penantian selama 26 tahun.
Momen Ikonik Fergie Time
Sejak momen tersebut, setiap kali Manchester United mendapatkan injury time yang cukup panjang dan berhasil mencetak gol telat, publik kembali mengaitkannya dengan Fergie Time. Fenomena ini pun perlahan membentuk persepsi bahwa Setan Merah memiliki keistimewaan di menit-menit akhir.
Sepanjang sejarahnya, Manchester United mencatat banyak kemenangan dramatis berkat gol di masa tambahan waktu. Salah satu yang paling legendaris terjadi pada final Liga Champions 1998/1999 melawan Bayern Munich. Dalam pertandingan tersebut, Bayern unggul sejak menit keenam dan mempertahankan keunggulan hingga menit ke-90.
Ketika trofi Liga Champions seolah sudah berada dalam genggaman wakil Jerman tersebut, Manchester United justru bangkit. Masuknya Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer terbukti krusial. Kedua pemain tersebut mencetak gol pada masa injury time dan mengubah kekalahan menjadi kemenangan 2-1. Manchester United pun mengangkat trofi Liga Champions sekaligus meraih treble winners bagi klub.
Selain itu, Fergie Time juga tercermin dalam derbi Manchester tahun 2009 ketika Michael Owen mencetak gol pada menit keenam masa tambahan waktu untuk memastikan kemenangan 4-3 atas Manchester City. Gol tersebut kembali menegaskan reputasi Setan Merah sebagai tim yang tak pernah menyerah hingga peluit akhir. Meski identik dengan era Sir Alex Ferguson, fenomena Fergie Time tidak sepenuhnya menghilang setelah sang manajer pensiun. Manchester United masih beberapa kali mencatat kemenangan dramatis di menit akhir.
Salah satu contohnya adalah comeback luar biasa melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions edisi 2018/2019, ketika penalti Marcus Rashford pada masa injury time memastikan kelolosan United. Momen lain terjadi di Liga Europa 2024/2025 saat Manchester United mencetak tiga gol di babak tambahan waktu melawan Lyon, termasuk gol Harry Maguire pada menit ke-120+1.
Kemenangan terbaru atas Fulham juga memperkuat narasi tersebut. Michael Carrick, yang saat itu menjabat sebagai manajer interim, menyebut mentalitas kuat dan keyakinan pemain sebagai faktor utama keberhasilan Manchester United mencetak gol penentu di menit-menit akhir.
Bukan sekedar keberuntungan
Dilansir dari Manchester Evening News, mantan asisten pelatih Manchester United, Rene Meulensteen, mengungkap bahwa Fergie Time bukan sekadar keberuntungan. Menurutnya, tim dilatih secara khusus untuk menghadapi skenario tertinggal di menit-menit akhir.
Latihan tersebut mencakup perubahan taktik, penambahan pemain menyerang, serta penanaman pola pikir positif agar pemain tetap tenang meski berada di bawah tekanan waktu. Para pemain diajarkan untuk memaksimalkan setiap detik tersisa, bukan panik karena merasa waktu hampir habis.
Kehadiran pemain berpengalaman dan berkualitas seperti Paul Scholes dan Ryan Giggs juga berperan besar seperti dikutip Beritasatu.com. Mereka mampu mengambil keputusan tepat di momen krusial, yang sering kali menjadi pembeda dalam situasi Fergie Time. (P-wr)