Dua lagi pejabat penting Iran dihabisi Israel

Jeffry Wuisan
Jumat, 20 Maret 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 20/3/26 (Tel Aviv): Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan telah menghabisi (eliminasi) lagi dua pejabat penting Iran dalam serangan terpisah.

Mereka adalah Juru Bicara dan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat IRGC, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini dan Kepala Divisi Intelijen Pasukan Basij, Esmail Ahmadi.

Israel Defense Forces seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Jumat (20/3/26), mengkonfirmasi Naini dihabisi dalam serangan udara.

Kematian Naini merupakan pukulan telak bagi IRGC dan Kantor Pemimpin Tertinggi Iran.

Naini bukan hanya juru bicara IRGC, tetapi ia adalah pendiri doktrin perang psikologis dan propaganda IRGC. Kedua komponen ini sangat penting bagi peperangan rezim Iran.

Dalam perannya sebagai propagandis utama IRGC selama 2 tahun terakhir, ia menyebarkan propaganda teroris rezim tersebut kepada proksi-proksinya di seluruh Timur Tengah, untuk memengaruhi dan memajukan serangan teror terhadap Israel.

Televisi pemerintah Iran pada hari Jumat mengatakan Naini tewas dalam serangan yang dilancarkan Israel di sebuah rumah di pinggiran Teheran.

Kematian Naini hanya beberapa hari setelah pasukan Israel melenyapkan pemimpin de facto rezim ulama, Ali Larijani dan Komandan Basij, Gholamreza Soleimani.

 

Sempat tantang AS

Beberapa jam sebelum kematiannya, Naini bersikeras Teheran masih mampu membangun rudal meskipun dibombardir pasukan AS dalam Operasi Epic Fury.

“Orang-orang ini mengharapkan perang berlanjut sampai musuh benar-benar kelelahan,” katanya. “Perang ini harus berakhir ketika bayang-bayang perang terangkat dari negara ini”, lanjutnya

Pernyataan Naini tersebut merupakan tanggapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang mengklaim Iran tidak memiliki kemampuan lagi untuk memperkaya uranium dan tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi rudal balistik.

“Kami terus menghancurkan kemampuan-kemampuan ini. Kami akan menghancurkannya hingga menjadi debu, menjadi abu,” kata Netanyahu dalam konferensi pers, menurut Times of Israel.

Awal pekan ini, Naini juga menepis klaim angkatan laut Iran telah hancur. Ia malah menantang Presiden Trump untuk mengirim kapal perang AS ke Teluk Persia jika berani.

“Bukankah Trump mengatakan bahwa dia telah menghancurkan Angkatan Laut Iran? Jadi, jika dia berani, dia bisa mengirim kapal-kapalnya ke wilayah Teluk Persia”, kata Naini.

Pasukan Pertahanan Israel menyatakan telah menewaskan Komandan Intelijen Basij Iran, hari Jumat 20 Maret 2026.(idf)

 

Kepala Intelijen Basij

IDF juga menyatakan telah membunuh Kepala Divisi Intelijen Pasukan Basij, Esmail Ahmadi.

Ahmadi memainkan peran sentral dalam melaksanakan serangan teror pasukan Basij terhadap warga Iran yang memprotes kebijakan rezim.

Ia disebut bertanggung jawab untuk menegakkan ketertiban umum rezim Iran atas nama IRGC.

Selama ini paramiliter Basij ikut terlibat dalam pembunuhan puluhan ribu demonstran di Iran.

Mereka sering mengejar para warga dan melakukan penyiksaan hingga tewas. Tak jarang mereka dilaporkan sering secara keji menembak mati warga pengunjukrasa, meski sudah menyerah.

Media Iran, Tasnim,  mengumumkan Brigjen Naeini,  gugur dalam serangan teror AS-Israel pada jam-jam terakhir bulan suci Ramadan.

Pernyataan IRGC mengutuk serangan itu sebagai tindakan pengecut berupa teror yang disponsori negara, bersumpah akan membalas dendam.

Tasnim menyebut Naeini, seorang pejuang yang berdedikasi tinggi di bidang budaya dan media.

“Pengabdian tulus komandan pemberani dan tak kenal lelah ini selama lebih dari empat dekade dalam menjaga Revolusi Islam—terutama dalam mendokumentasikan dan menceritakan Pertahanan Suci selama perang delapan tahun”, kata Tasnim.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025