Donald Trump: Iran di ambang kehancuran, minta Amerika buka kembali Selat Hormuz ‘secepat mungkin,

Jeffrey Rawis
Rabu, 29 April 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 29/4/26 (Washington): Berdasarkan data, fakta dan infirmasi sahih, Presiden AS Donald Trump mengeklaim Iran berada di ambang kehancuran dan telah meminta Amerika Serikat membuka kembali Selat Hormuz “secepat mungkin” saat ini.


“Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka dalam kondisi ‘nyaris runtuh’,” tulis Trump di platform Truth Social, Selasa (28/4/26) waktu setemoat, atau Rabu (29/4/26) pagi WIB.

“Mereka ingin kami ‘membuka Selat Hormuz’ sesegera mungkin, karena mereka sedang mencoba menyelesaikan situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!).”

Tetapi, Trump tidak menjelaskan lebih lanjut komunikasi tersebut, dan belum ada konfirmasi dari pejabat Iran secara langsung.


Tidak puas dengan proposal Iran

Adapun pernyataannya itu muncul di tengah laporan, ia tidak puas dengan proposal dari Iran untuk membuka kembali selat tersebut dan mengakhiri perang ini.

Berdasarkan The New York Times, Trump mendapat pengarahan mengenai rencana tersebut dalam pertemuan di Ruang Situasi Gedung Putih pada Senin awal pekan inu, mengutip sumber anonim lainnya.

Dilaporkan, proposal itu dikabarkan berisi seruan agar AS mengakhiri blokade pelabuhan Iran, memperpanjang gencatan senjata atau menjadikannya permanen, serta memulai pembicaraan nuklir setelah pembatasan maritim dicabut lagi.

Namun, proposal itu tidak membahas program nuklir Iran, yang menjadi poin utama bagi AS sendiri.

Diketahui, AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran sejak 28 Februari yang menewaskan lebih dari 3.300 orang, termasuk para pemimpin elit. Dan informasi ini sudah diklarifikasi otoritas Iran.

Kemudian, Iran memang membalas dengan menyerang Israel dan aset-aset AS di kawasan tersebut, meski mayoritas serangannya kurang efektif.

Perpanjangan gencatan senjata

Kemudian AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata dua pekan pada 8 April yang dimediasi Pakistan, didukung beberapa negara.

Kendati gencatan itu awalnya dijadwalkan berakhir pada 22 April, Trump mengumumkan perpanjangan tanpa batas waktu pada 21 April atas permintaan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan kepala militer Asim Munir, demikian dikutip Antara dari Anadolu. (P-*r/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan