Desa Pengambengan Jembrana Bali raih penghargaan Desa ‘Cantik’ Nasional

Herling Tumbel
Senin, 28 September 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 28/9/26 (Jembrana, Bali): Desa Pengambengan di Kabupaten Jembrana, Bali, sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Desa pesisir ini dinobatkan sebagai salah satu dari 12 desa terbaik dalam program Desa Cinta Statistik (Cantik) yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS).


Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam acara Anugerah Hari Statistik Nasional di The Grand Platinum, Jakarta, Sabtu (26/9/26) malam.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, hadir menerima penghargaan tersebut bersama Perbekel Desa atau Kepala Desa Pengambengan, Kamaruzzaman.

Unggul dalam inovasi tata kelola data

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, Desa Pengambengan berhasil menyisihkan ribuan desa lain di Indonesia berkat komitmen kuat dalam mengelola data desa.


“Desa Pengambengan berhasil berkat inovasi pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan data yang akurat untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah,” ujar Kembang Hartawan melalui keterangan resminya, Minggu (27/9/26), seperti dilansir dari Antara.

Bupati Jembrana, Bali, I Made Kembang Hartawan (ke-6 dari kiri) menerima penghargaan Desa Cantik atau Cinta Statistik Nasional 2026, di Jakarta. (Ist.)

Kembang menegaskan, pembangunan yang tepat sasaran harus berlandaskan data yang valid dari tingkat desa. Dengan data statistik yang kuat, pemerintah dapat merumuskan kebijakan penanggulangan kemiskinan dan peningkatan ekonomi masyarakat secara lebih efektif serta transparan.

Ia juga berharap keberhasilan Desa Pengambengan ini dapat menjadi role model bagi desa dan kelurahan lain di seluruh Kabupaten Jembrana.

Menuju Pelabuhan Perikanan internasional

Disebutkan, sebagai sentra perikanan tangkap utama di Jembrana, Desa Pengambengan menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks. Terlebih lagi, kawasan ini diproyeksikan akan menjadi lokasi pelabuhan perikanan internasional.

Perbekel Desa Pengambengan, Kamaruzzaman, menilai ketersediaan data statistik yang kuat merupakan kebutuhan mutlak agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton dalam roda pembangunan berskala besar tersebut.

“Sebagai desa nelayan, apalagi akan menjadi lokasi pelabuhan ikan internasional, banyak hal yang harus dilakukan agar masyarakat desa kami bisa ikut menikmati hasil pembangunan. Data statistik kami bisa menjadi acuan untuk mencapai hal tersebut,” kata Kamaruzzaman.

Melalui basis data yang akurat, Desa Pengambengan kini siap mengawal seluruh program pembangunan dari pemerintah pusat maupun daerah agar berjalan optimal dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga nelayan setempat. (P-Ant/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan