Demo mahasiswa UI dan FMN pada Selasa (BBC).PRIORITAS, 19/8/26 (Jakarta): Massa mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan Front Mahasiswa Nasional (FMN) menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Selasa (18/8/2026). Langkah mereka menuju Bundaran Hotel Indonesia terhenti akibat barikade ketat ribuan personel gabungan TNI dan Polri.
Selain itu, rombongan mahasiswa sempat menghadapi kendala keberangkatan setelah armada bus sewaan mendadak membatalkan pesanan secara sepihak. Oleh sebab itu, para peserta aksi terpaksa beralih menggunakan moda transportasi umum dari Depok demi menyuarakan aspirasi mereka seperti dilansir dari BBC.
Delapan tuntutan utama mahasiswa
Di hadapan barikade petugas, para mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan penting terkait kondisi sosial dan politik nasional. Tuntutan tersebut mencakup desakan untuk menghentikan KKN, mewujudkan reforma agraria sejati, serta menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
Lebih lanjut, mereka menuntut evaluasi total program PSN, penghentian program MBG dan KDMP, serta pengembalian otonomi daerah. Selain itu, massa juga mendesak penetapan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores serta penolakan terhadap represifitas aparat di ruang sipil.
Alasan kritik dan dorongan keadilan
Pimpinan BEM UI menilai kebijakan pemerintah saat ini semakin memperlemah posisi rakyat di tengah krisis kedaulatan. Para mahasiswa mengkritik jalannya peringatan kenegaraan yang mereka anggap kurang sensitif terhadap para korban bencana alam.
Sementara itu, pihak kepolisian mengerahkan lebih dari sembilan ribu personel untuk mengamankan puluhan titik kegiatan masyarakat di wilayah Jakarta. Petugas juga mengamankan 21 orang yang membawa barang berbahaya demi mencegah potensi kerusuhan selama aksi berlangsung.
Pada akhirnya, gerakan mahasiswa ini menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan demokrasi serta mengutamakan kesejahteraan rakyat. Para peserta unjuk rasa berharap pemerintah segera mengevaluasi berbagai kebijakan yang memberatkan masyarakat.
Momen peringatan kemerdekaan ini mereka manfaatkan sebagai pengingat agar negara tetap hadir melindungi seluruh lapisan warga. (P-Gio R)