Daftar harga pangan hari ini: Bawang merah tembus Rp46.100 per Kg

Zamir Ambia
Sabtu, 28 Maret 2026
3 menit membaca

⁸PRIORITAS, 28/3/26 (Jakarta): Harga sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan, dengan daging ayam ras mencapai Rp43.550 per kilogram (kg) pada Sabtu (28/3/26). Sementara itu, harga bawang putih tercatat Rp40.250 per kg dan bawang merah Rp46.100 per kg.

Data tersebut merujuk pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, sebagaimana dikutip dari Antara pada Sabtu (28/3/26).

Harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp84.500 per kg. Sementara itu, cabai merah besar dibanderol Rp52.000 per kg, cabai merah keriting Rp51.100 per kg, dan cabai rawit hijau Rp60.650 per kg.

PIHPS juga melaporkan harga beras kualitas bawah I sebesar Rp14.550 per kg dan kualitas bawah II Rp14.500 per kg. Adapun beras kualitas medium I berada di angka Rp16.050 per kg dan medium II Rp15.900 per kg.

Selanjutnya, beras kualitas super I tercatat Rp17.250 per kg dan super II Rp16.800 per kg. Untuk daging sapi, kualitas I dijual Rp149.200 per kg, sedangkan kualitas II Rp140.900 per kg.

Komoditas lainnya, gula pasir premium dibanderol Rp20.050 per kg, sementara gula pasir lokal Rp18.850 per kg.

Di sisi lain, harga minyak goreng curah berada di Rp19.800 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I dijual Rp22.950 per liter dan bermerek II Rp21.900 per liter. PIHPS turut mencatat harga telur ayam ras sebesar Rp33.600 per kg.

Harga meroket setelah Lebaran

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) memperkirakan harga pangan akan mengalami kenaikan pada periode H+3 hingga H+7 setelah Hari Raya Idulfitri atau Lebaran.

“IKAPPI tetap mengingatkan kepada pemerintah di fase ketiga Ramadhan atau pasca Idul fitri yaitu tepatnya H+3 sampai dengan H+7 akan ada kenaikan harga pangan,” kata Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan, dalam keterangannya, Selasa (24/3/26).

Menurut Reynaldi, pemerintah perlu mengantisipasi fase tersebut seiring adanya arus balik pedagang pasar usai mudik. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kelancaran distribusi serta rantai pasok bahan pangan di berbagai pasar di seluruh Indonesia.

Apabila tidak ditangani dengan tepat, keterlambatan pasokan tersebut dapat memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

“Itu yang harusnya di antisipasi, dikarenakan pedagang pasar yang melakukan arus balik dari mudik agar rantai pasok tetap terjaga di tiap pasar di seluruh tanah air,” tuturnya.

Di sisi lain, IKAPPI mengapresiasi langkah pemerintah, termasuk program pembagian paket Presiden yang berisi bahan pangan serta hasil bumi lokal. Organisasi tersebut menilai kebijakan ini sebagai yang pertama kali dilakukan dan mencerminkan dukungan terhadap produk dalam negeri.

IKAPPI juga menyampaikan penghargaan kepada Prabowo Subianto atas keberpihakannya pada produksi lokal, yang dianggap sebagai sinyal positif bagi pedagang pasar maupun pelaku usaha di sektor pangan.

Mengalami kenaikan menjelang Lebaran

Sebelumnya, IKAPPI mencatat sejumlah komoditas bahan pokok mengalami kenaikan harga menjelang Idulfitri. Di antaranya, cabai rawit merah mencapai Rp105.000 per kilogram, cabai merah besar Rp69.000 per kilogram, bawang merah Rp56.000 per kilogram, serta bawang putih Rp45.000 per kilogram.

Selain itu, harga daging ayam berada di kisaran Rp50.000, telur sekitar Rp32.000 per kilogram, dan minyak goreng curah menyentuh Rp21.000 per kilogram.

IKAPPI juga menyoroti harga minyak goreng kemasan sederhana, Minyakita, yang terus mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Meski demikian, di beberapa daerah, terutama di Pulau Jawa, harganya masih tergolong tinggi. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025