Oleh karena itu, rute parade membentang indah dari kawasan Taruna Remaja hingga Art Gallery
Bank Indonesia. Ratusan peserta parade berasal dari utusan organisasi perangkat daerah, sekolah menengah atas, perguruan tinggi, dan sektor perbankan.
Selanjutnya, para peserta mengenakan busana unik yang menggambarkan sosok para pejuang kemerdekaan. Bahkan, mereka memperagakan atraksi teatrikal perjuangan yang memukau para penonton di sepanjang jalan.
Kobarkan semangat perjuangan
Di samping itu, Gubernur Gorontalo,
Gusnar Ismail memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme para peserta parade. Menurutnya, pawai ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan pesta rakyat yang meriah.
Sebab, ajang kreatif ini memuat nilai-nilai sejarah perjuangan serta menumbuhkan rasa cinta Tanah Air. Oleh sebab itu, Gubernur
Gusnar Ismail mengajak masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.
Sementara itu, kegiatan beruntun ini menyatu harmonis dengan gelaran Pekan QRIS Nasional. Akibatnya, perayaan kemerdekaan terasa makin lengkap dengan dorongan transformasi digital di bidang ekonomi.
Digitalisasi keuangan jadi simbol
Melansir
Antara News Gorontalo, Gubernur
Gusnar Ismail menegaskan pentingnya mengisi kemerdekaan melalui pilar digitalisasi ekonomi. Menurutnya, kematangan bangsa tecermin dari kesiapan masyarakat memanfaatkan teknologi pembayaran nontunai modern.
Kemudian, panitia mengumumkan deretan pemenang kompetisi parade kostum pahlawan antarinstansi pemerintah daerah. Hasilnya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia sukses meraih gelar juara pertama.
Dengan demikian, Biro Organisasi menyusul ketat pada posisi juara kedua lomba parade. Akhirnya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik berhasil mengamankan predikat juara ketiga pada ajang bergengsi ini. (P-*Ant/sm)