PRIORITAS, 18/1/26 (Jakarta): Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar bisnis, tetapi juga kemanusiaan. Demikian disampaikan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadang Hendrayudha
Karena itu ia meminta pada seluruh pelaksana program MBG ini untuk memperhatikan hal tersebut. Mengingat program ini memberikan dampak luas terhadap masyarakat. Selain menghidupkan perekonomian masyarakat, juga membuka lapangan pekerjaan.
"Saya berharap ibu-ibu, yayasan, maupun mitra ini (MBG) bukan hanya sekadar bisnis. Tapi ini masalah kemanusiaan. Jadi uang yang bapak (pengusaha) miliki investasikan untuk mendukung program MBG bisa dirasakan adik-adik kita. Ingat masyarakat Indonesia belum semuanya beruntung," ungkap Dadang di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (16/1/26), seperti dilansirdari Kompas.com.
Selanjutnya dia mengajak pengusaha untuk berinvestasi dalam program MBG. Dengan membuka dapur SPPG, mereka dapat membantu masyarakat sekitar. Tidak hanya menghidupkan perekonomian masyarakat, tapi juga membuka lapangan pekerjaan.
"Tapi yang jelas dengan bapak menginvestasikan uang bapak ini semua berkah. Bapak menjadi pengusaha-pengusaha kecil yang bisa membantu masyarakat di sekitar bapak memberikan pekerjaan," ungkapnya.
Untuk mencukupi kebutuhan dapur, Dadang juga meminta Pemda untuk memberdayakan masyarakat. Di wilayah Soloraya terdapat ratusan dapur SPPG "Multipliernya apa, dapur ini butuh sayur, dapur ini butuh telur, dapur ini butuh ayam, butuh banyak sekali. Satu dapur kalau itu ayam kurang lebih 390 kg, kalau butuh lele sesuai jumlah itu berapa kilo," harapnya.
"Artinya kalau di Soloraya ini ada 596 SPPG ini tugasnya pemerintah daerah untuk memberdayakan masyarakat. Masyarakat petani, nelayan, peternak ayam, peternak ikan, kalau perlu ajak pengusaha-pengusaha lokal untuk mengembangkan itu," tambahnya.
Sementara itu Bupati Boyolali, Agus Irawan, mengatakan SPPG Gagaksipat menjadi pioner dalam program MBG di wilayah Boyolali, khususnya di Kecamatan Ngemplak. Terdapat empat SPPG di bawah naungan Yayasan Bangun Gizi Nusantara.
"Pertama mungkin yang ada di Boyolali dengan mencukupi percontohan yang ada di Kecamatan Ngemplak. Hampir Pak Puspo di Kecamatan Ngemplak mendirikan SPPG. Ada empat. Dan mencukupi (MBG) Kecamatan Ngemplak," ujar Agus.
Lebih lanjut dijelaskan Agus dapur SPPG di Boyolali sudah mencapai 80 persen. Terdapat 98 dapur SPPG tersebar di seluruh wilayah Boyolali. Selama pelaksanaan MBG tidak pernah ditemukan kasus. Artinya, kata Agus dapur SPPG di Boyolali harus terus menjaga agar menu makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat di Boyolali aman dan bergizi.
"Kita kabupaten dengan SPPG-nya, MBG-nya yang tidak pernah ada masalah atau kasus. Ini yang harus benar-benar kita perhatikan bersama," katanya. (P-*r/am)








