Penyerang Barcelona Raphinha (11) merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Real Madrid pada pertandingan final Piala Super Spanyol di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Minggu (11/1/2026) waktu setempat. (fcbarcelona.com)
PRIORITAS, 12/1/26 (Riyadh): Barcelona berpesta. Stadion King Abdullah Sports City menjadi saksi bisu keberhasilan Barcelona merengkuh gelar juara Piala Super Spanyol untuk ke-16 kalinya.
Blaugrana menjuarai Piala Super Spanyol 2026 seusai menekuk Real Madrid dengan skor 3-2 di Jeddah, Arab Saudi , Senin (12/1/26) WIB.
Dalam pertandingan ini Barcelona meraih kemenangan berkat gol dari Raphinha (2) dan Robert Lewandowski, sementara Real Madrid sempat menyamakan kedudukan melalui Vinicius Junior dan Gonzalo Garcia.
Gelar ke-16
Dilansir dari catatan Supercopa de Espana, gelar ke-16 Piala Super Spanyol yang didapatkan Barcelona setelah sebelumnya berhasil mereka menangkan pada 1983, 1991, 1992, 1994, 1996, 2005, 2006, 2009, 2010, 2011, 2013, 2016, 2018, 2023 dan 2025.
Dalam laga final, skuad asuhan Hansi Flick sukses menumbangkan rival abadi mereka, Real Madrid, dengan skor tipis 3-2.
Kegembiraan pecah pada tengah lapangan saat peluit panjang dibunyikan. Para pemain Barcelona tampak berangkulan dan merayakan kemenangan dramatis yang ditentukan oleh dwigol Raphinha.
Kemenangan ini sekaligus menorehkan tinta emas bagi Blaugrana yang untuk pertama kalinya berhasil memenangi tiga laga final El Clasico secara berturut-turut.
“Kemenangan ini adalah fondasi penting bagi kami untuk menatap trofi-trofi lainnya pada sisa musim 2026,” tegas Hansi Flick seusai pertandingan dilansir dari FotMob.
Tenang hadapi permainan keras
Barcelona tampil dominan dengan catatan expected goals (xG) 2,6 dan mengungguli Madrid yang hanya mencatatkan 1,39 meskipun tampil menekan pada menit-menit akhir.
Bintang lapangan, Raphinha, mencatatkan rekor individu dengan mencetak total empat gol sepanjang turnamen tahun ini. Pencapaian tersebut menyamai rekor Artiz Aduriz pada 2015 silam.
Meski harus kehilangan Frenkie de Jong akibat kartu merah pada penghujung laga seperti dikutip Beritasatu, Barca sabar mempertahankan kemenangan. Para pemain juga tak terpancing dengan provokasi main keras menjurus kasar dari tim lawan.
Selain itu, sebuah media televisi menyorot kepemimpinan wasit yang dinilai kurang adil, banyak merugikan Barcelona.
Namun, lini pertahanan Barcelona tetap solid membendung serangan Nadrud, meski menurunkan Kylian Mbappe. (P-wr)