Bakom tegaskan pemerintah tak tolerir intimidasi dan teror, terutama terhadap konten kreator

Zamir Ambia
Jumat, 2 Januari 2026
NEWS 0 572
2 menit membaca

PRIORITAS, 2/1/26 (Jakarta): Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Angga Raka Prabowo, menegaskan, pemerintah tidak mentoleransi segala bentuk intimidasi maupun teror terhadap warga negara, termasuk terhadap para konten kreator yang menyuarakan kritik.


Pernyataan itu disampaikan Angga merespons adanya sejumlah kreator konten atau pemengaruh yang dilaporkan menerima ancaman dan aksi teror di kediaman pribadi mereka, di antaranya Ramon Dony Adam yang dikenal sebagai DJ Donny, Sherly Annavita, serta Chiki Fawzi.

“Pemerintah dengan tegas menolak dan mengecam segala bentuk intimidasi, ancaman atau teror terhadap warga negara termasuk terhadap konten kreator, aktivis maupun siapa pun yang menyampaikan kritik,” ucap Angga, Jumat (2/1/26), dikutip dari Antara.

Pemerintah memberikan jaminan


Angga menyampaikan, pemerintah memberikan jaminan bagi setiap warga untuk menyampaikan pendapatnya secara bebas.

Ia menegaskan, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin konstitusi dan dilindungi oleh Undang-Undang, sebagaimana diatur dalam Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945.

“Kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional dan dilindungi oleh undang-undang,” kata Angga.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pemengaruh DJ Donny melaporkan adanya aksi teror yang dialaminya di kediaman pribadi oleh pihak yang tidak dikenal.

Ia mengungkapkan, teror tersebut telah terjadi sebanyak dua kali, yakni pada Senin (29/12/25) dan kembali terjadi pada Rabu (31/12/25) dini hari.

“Jadi, kemarin saya dapat teror, dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Lalu, semalam jam 3.00 WIB, di CCTV (kamera pengawas) terekam orang melempar molotov ke rumah saya,” kata Donny saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/25).

Mengancam keselamatan keluarganya

Ia menilai tindakan itu tidak hanya merugikan dirinya, tetapi juga telah mengancam keselamatan keluarganya serta orang-orang di sekitarnya.

Selain dua kejadian tersebut, ia juga mengungkapkan kerap menerima ancaman dan teror melalui sambungan telepon serta pesan di media sosial.

Sejalan dengan itu, Sherly Annavita mengalami aksi vandalisme pada mobilnya yang dilakukan oleh orang tak dikenal, sementara Chiki Fawzi menerima ancaman secara digital. Para pemengaruh tersebut mengaku mendapat teror setelah menyampaikan kritik terkait penanganan bencana di Aceh dan Sumatera oleh pemerintah. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan