Satelit mata-mata Amerika Serikat, JUMPSEAT, dipakai untuk mengawasi sistem persenjataan Uni Soviet dalam era perang dingin dulu.(skyrocket71)PRIORITAS, 30/1/26 (Washington): Amerika Serikat (AS) ternyata menggunakan sejumlah satelit JUMPSEAT untuk memantau pengembangan sistem senjata Soviet dari luar angkasa secara diam-diam.
Pemerintah AS telah membuka detail rahasia program satelit mata-mata yang dipakai pada era Perang Dingin yang dikenal sebagai JUMPSEAT, hampir empat dekade setelah peluncuran terakhirnya.
Kantor Pengawasan Nasional (NRO) AS mengkonfirmasi delapan satelit JUMPSEAT diluncurkan antara tahun 1971 dan 1987 untuk mengumpulkan intelijen sinyal dari luar angkasa.
Menurut NRO, seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Jumat (30/1/2026), JUMPSEAT memainkan peran penting selama Perang Dingin dengan memantau komunikasi dan sistem persenjataan musuh, khususnya milik Uni Soviet sebelumnya.
“Signifikansi historis JUMPSEAT tidak bisa dilebih-lebihkan,” kata Direktur Pusat Studi Pengintaian Nasional NRO, James Outzen.
Ia mengatakan orbit satelit tersebut memberi AS kemampuan unik untuk mengumpulkan intelijen penting.
Intelijen sinyal melibatkan penyadapan dan analisis sinyal elektronik, termasuk komunikasi militer dan emisi rudal.
Satelit pengawasan AS sebelumnya beroperasi di orbit Bumi rendah, tetapi JUMPSEAT dirancang untuk terbang di orbit Molniya yang sangat elips.
Orbit ini memungkinkan satelit untuk tetap berada di atas garis lintang utara yang tinggi dalam waktu lama, sehingga sangat efektif untuk memantau wilayah Soviet.
Dasar pengawasan
Program ini berawal dari upaya bersama antara NRO dan Angkatan Udara AS di bawah Proyek EARPOP.
Satelit JUMPSEAT pertama diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California pada tahun 1971.
Setelah berada di orbit, satelit-satelit tersebut berhasil mengumpulkan emisi elektronik, intelijen komunikasi, dan data terkait persenjataan, yang kemudian dikirim kembali ke stasiun bumi AS.
Meskipun satelit terakhir diluncurkan pada tahun 1987, JUMPSEAT tetap beroperasi hingga tahun 2006, yang menunjukkan nilai jangka panjangnya, rilis NDTV.
NRO menyatakan program tersebut meletakkan dasar bagi sistem pengawasan berbasis ruang angkasa modern AS.
Saat ini, badan tersebut sedang mengembangkan jaringan baru satelit yang lebih kecil dan lebih tangguh, dirancang untuk menahan ancaman modern seperti pengacauan sinyal.(P-Jeffry W)