AS tembak jatuh drone Iran yang coba serang kapal induk di Laut Arab

Jeffry Wuisan
Rabu, 4 Februari 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 4/2/26 (Doha): Pesawat tempur Amerika Serikat (AS) menembak jatuh drone (pesawat nirawak) Iran yang diduga coba menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln di laut Arab.

Selain coba menyerang kapal induk, sejumlah kapal kecil Iran juga mengganggu kapal tanker minyak berbendera AS saat melintasi selat Hormuz.

Menurut pernyataan dari US Central Command (Centcom) atau Komando Pusat AS, seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Rabu (4/2/2026), pesawat nirawak itu ditembak jatuh jet tempur F-35C Angkatan Laut,  saat mendekati kapal induk Lincoln secara agresif  dengan niat yang tidak jelas.

Kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln saat ini berada di Laut Arab, sekitar 500 mil dari pantai selatan Iran. “Sebuah pesawat tak berawak Iran Shahed-139 bermanuver secara tidak perlu ke arah kapal,” kata Centcom.

Shahed milik Iran adalah drone serang satu arah jarak jauh, yang mampu membawa lebih dari 100 pon bahan peledak.

Rusia telah menggunakan sejumlah besar drone ini untuk melakukan serangan jarak jauh, yang merusak di dalam wilayah Ukraina.

“Drone Iran terus terbang menuju kapal meskipun ada langkah-langkah de-eskalasi yang diambil oleh pasukan AS yang beroperasi di perairan internasional,” kata pernyataan Centcom.

Pesawat tempur AS langsung menembak jatuh drone tersebut untuk membela diri dan melindungi kapal induk serta personel di dalamnya.

Centcom menyebutkan tidak ada anggota militer yang terluka dan tidak ada peralatan AS yang rusak, seperti dirilis ABC News.

Total ada 10 kapal perang AS di perairan Timur Tengah termasuk Kapal induk USS Lincoln yang telah beroperasi di Laut Arab bagian utara,  bersama dengan tiga kapal perusak yang membentuk kelompok serang kapal induknya.

Enam kapal Angkatan Laut AS lainnya sudah lebih dulu berada di Timur Tengah, termasuk sebuah kapal perusak di Laut Merah, dua kapal perusak lainnya di dekat Selat Hormuz, dan tiga kapal tempur pesisir di Teluk Persia.

Iran menyatakan drone Shahed 139 milik mereka yang sedang melakukan pemantauan di laut Arab hilang tadi pagi.(tasnim)

 

Ganggu kapal tanker

Dalam insiden selanjutnya pada hari itu, sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS dan pesawat Angkatan Udara AS,  datang membantu sebuah kapal tanker berbendera AS yang diganggu kapal-kapal kecil Iran di Selat Hormuz.

Salah satu kapal perusak tersebut, USS McFaul, terlibat dalam insiden selanjutnya untuk membantu M/V Sterna Imperative,  setelah dua kapal Garda Revolusi Iran dan sebuah drone Mohajer mendekati dengan kecepatan tinggi.

Komando Pusat AS mengatakan kapal-kapal Iran tersebut telah mengancam untuk menaiki dan merebut kapal tanker saat melintas di Selat Hormuz.

“Kapal perang McFaul beroperasi di area tersebut dan segera merespons ke lokasi kejadian untuk mengawal M/V Stena Imperative dengan dukungan udara defensif dari Angkatan Udara AS,” kata pernyataan itu.

Kapal-kapal Iran akhirnya lari dan kapal tanker berbendera AS tersebut akhirnya  melanjutkan perjalanan dengan aman.

Komando Pusat memperingatkan pelecehan dan ancaman Iran yang berkelanjutan di perairan dan wilayah udara internasional tidak akan ditoleransi.

Saat ini militer AS di Timur Tengah masih menahan diri setelah Iran setuju untuk melakukan perundingan di Turki.

Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan kepada ABC News pembicaraan yang akan datang antara AS dan Iran tetap sesuai jadwal meskipun ada insiden pada hari Selasa.

“Saya baru saja berbicara dengan utusan khusus [Steve] Witkoff, dan pembicaraan ini, sampai saat ini, masih dijadwalkan,” katanya.

Centcom mengeluarkan peringatan keras akan membela aset-aset AS di kawasan tersebut,  setelah Iran mengumumkan latihan angkatan laut dengan tembakan langsung selama dua hari di Selat Hormuz,  yang akhirnya dibatalkan.

“Kami tidak akan mentolerir tindakan IRGC yang tidak aman, termasuk terbang di atas kapal militer AS “, tegas Centcom.

Kantor Berita Tasnim milik negara Iran, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengkonfirmasi hilangnya sebuah pesawat nirawak pengintai Shahed-139 di atas Laut Arab. Mereka hanya menyatakan penyebab hilangnya drone tersebut sedang diselidiki. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025