Alih-alih lakukan tindakan rugikan bangsa, Prabowo: Tak suka saya silakan bertarung di Pilpres 2029

Johanes Christiaan
Rabu, 4 Februari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 4/2/2026 (Jakarta): Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pihak-pihak yang tidak menyukai kepemimpinannya dipersilakan untuk berkompetisi secara demokratis pada Pemilu 2029, alih-alih melakukan tindakan yang merugikan bangsa. Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).


“Kalau saudara tidak suka dengan dua–tiga orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka sama Prabowo, silakan 2029 bertarung,” tegas Presiden.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Presiden memaparkan capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat dan ditargetkan meningkat menjadi 82 juta penerima pada Desember 2026.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 22.275 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di berbagai daerah. Setiap dapur mempekerjakan sekitar 50 orang, sehingga program ini telah menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja. Selain itu, setiap dapur melibatkan 10–20 pemasok bahan pangan lokal. Jika target 82 juta penerima tercapai, program MBG diproyeksikan mampu menciptakan 3–5 juta lapangan kerja.


Presiden menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Ia mengkritik aksi-aksi yang memicu kerusuhan dan menilai tindakan tersebut tidak akan menghasilkan manfaat bagi rakyat.

“Demo boleh, tapi kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara. Bakar-bakar, bom molotov, itu membahayakan. Itu pidana,” tegasnya.

Prabowo juga menyebut adanya dugaan bahwa sebagian kelompok yang kerap memicu aksi destruktif berada di bawah pengaruh kekuatan asing. Ia mengimbau seluruh warga negara untuk mengutamakan kepentingan rakyat dan menilai kinerja pemerintah berdasarkan capaian yang nyata.

“Kelompok-kelompok ini, sadar atau tidak sadar, saya yakin dikendalikan kekuatan asing. Saya punya bukti. Apakah kalian tidak kasihan kepada rakyat? Capaian-capaian ini nyata, bukan omong kosong,” pungkas Presiden.

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan