Komunitas penyelam dan mahasiswa UNG melakukan operasi sampah gabungan di kawasan wisata pantai Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Rabu (19/8/26). (‘Courtesy’ Antara/Zulkifli Polimengo)PRIORITAS, 19/8/26 (Bone Bolango): Komunitas Diver’s Santuy berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar operasi sampah laut di kawasan wisata Pantai Botutonuo.
Aksi tersebut berlangsung di Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Rabu (19/8/2026). Tim menyasar kawasan pesisir hingga dasar laut untuk mengurangi ancaman sampah plastik terhadap ekosistem terumbu karang.
Perwakilan Komunitas Diver’s Santuy Gorontalo, Gusnar Lubis Ismail, mengatakan aksi itu menjadi bagian dari kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, pembersihan laut penting untuk menjaga kelestarian terumbu karang dari dampak material plastik.
“Langkah ini penting dilakukan untuk menjaga kelestarian terumbu karang dari dampak buruk material plastik,” kata Gusnar.
Gusnar menjelaskan alasan tim memilih perairan Botutonuo sebagai lokasi kegiatan. Kawasan tersebut memiliki karakteristik pesisir yang unik dan menyimpan barrier reef di depan garis pantai wisata.
Selain itu, kawasan tersebut memiliki pertumbuhan karang yang tergolong baik. Karena itu, tim tidak hanya mengangkat sampah dari pantai, tetapi juga membersihkan sampah di bawah laut.
Gabungan komunitas peduli lingkungan juga melakukan transplantasi terumbu karang pada sejumlah titik. Tim memilih titik yang sebelumnya teridentifikasi mengalami kerusakan.
Pembersihan permukaan dan dasar laut bertujuan melindungi struktur barrier reef. Langkah itu juga menjaga bibit karang hasil transplantasi agar tidak tertutup sampah plastik.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Panitia juga memaknainya sebagai refleksi perjuangan modern dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
Menurut Gusnar, sektor perikanan menjadi salah satu pilar penting kejayaan laut nasional. Karena itu, kepedulian terhadap kebersihan laut perlu melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
Sebanyak 30 personel mengikuti kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, delapan orang bertugas sebagai penyelam yang mengumpulkan sampah dari bawah permukaan laut.
Hasil kegiatan menunjukkan tim berhasil mengangkat sekitar 50 kilogram sampah plastik. Meski jumlahnya relatif sedikit, tim berharap aksi tersebut memberi dampak positif bagi lingkungan.
Gusnar mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi media kampanye pengurangan sampah plastik. Kampanye itu menyasar masyarakat sekitar dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan pesisir.
Berdasarkan pengamatan tim di lapangan, sampah yang ditemukan didominasi limbah rumah tangga. Arus laut kemudian membawa sampah tersebut hingga masuk ke kawasan pesisir Botutonuo.
Namun, kondisi Pantai Botutonuo secara umum masih cukup terjaga. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat berperan aktif menjaga kebersihan kawasan wisata tersebut.
Gusnar menegaskan komunitasnya akan terus menyuarakan kampanye lingkungan. Mereka juga berencana rutin membersihkan sampah plastik di pantai dan kawasan bawah laut.
“Kami tidak akan berhenti menyuarakan kampanye lingkungan dan rutin melaksanakan aksi pembersihan sampah plastik,” katanya seperti dilansir dari Antara News.
Menurutnya, upaya tersebut penting untuk menjaga kelestarian lingkungan maritim Gorontalo secara berkelanjutan. Kolaborasi komunitas, mahasiswa, masyarakat, dan pengelola wisata menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. (P-*Ant/sm)